Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

KOPLAK! Penumpang di Pelabuhan Gilimanuk Protes setelah Lama Antre ternyata Kapalnya Tidak Beroperasi

I Gde Riantory Warmadewa • Rabu, 25 September 2024 | 22:35 WIB
Calon penumpang di Pelabuhan Gilimanuk protes karena menunggu lama, tapi kapal tidak beroperasi.
Calon penumpang di Pelabuhan Gilimanuk protes karena menunggu lama, tapi kapal tidak beroperasi.

BALIEXPRESS.ID – Kejadian tak terduga terjadi di Pelabuhan Gilimanuk pada Selasa (24/9/2024) pagi. Sejumlah penumpang yang telah menunggu lama untuk menyeberang ke Banyuwangi harus menelan kekecewaan setelah mengetahui bahwa kapal yang seharusnya mereka naiki ternyata tidak beroperasi.

Peristiwa ini viral di media sosial setelah sebuah video yang memperlihatkan kekesalan penumpang beredar luas.

Dalam video berdurasi satu menit itu, tampak para penumpang yang telah berjam-jam menunggu mulai mendatangi kantor Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Gilimanuk untuk menyampaikan protes mereka.

Beberapa penumpang terlihat tidak dapat menyembunyikan kemarahan, dengan beberapa di antaranya berteriak, “Waktu adalah uang, sudah satu jam ini!” serta “Kita nyebrang bayar, tidak gratis!” sebagai bentuk protes terhadap penundaan yang tidak jelas alasannya.

Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) BPTD Pelabuhan Gilimanuk, I Made Ria Fran Dharma Yudha, membenarkan adanya gangguan dalam operasional kapal yang menyebabkan penumpukan penumpang.

Menurut Yudha, penundaan terjadi karena penyesuaian jadwal kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, serta adanya perbedaan waktu antara Bali (WITA) dan Jawa (WIB) yang berpengaruh terhadap jadwal keberangkatan kapal.

"Proses persiapan dan pengecekan kapal di Ketapang membutuhkan waktu yang cukup lama. Ditambah lagi, perbedaan waktu antara WIB dan WITA menyebabkan selisih dua jam, sehingga memengaruhi kelancaran penyeberangan," kata Yudha menjelaskan.

Menanggapi keluhan dari penumpang yang sudah menunggu lama, Yudha menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) untuk mencari solusi terbaik agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Salah satu langkah yang sedang dipertimbangkan adalah menyiagakan kapal tambahan di Pelabuhan Gilimanuk untuk mengantisipasi keterlambatan jadwal kapal dari Ketapang.

“Kami akan mencari solusi bersama lintas instansi agar masalah ini bisa segera diatasi. Rencananya akan ada kapal yang standby di Gilimanuk, sehingga kondisi dapat lebih cepat terkendali saat terjadi keterlambatan,” ungkap Yudha.

Di tengah situasi yang memanas, Yudha menduga adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja memprovokasi penumpang sehingga suasana di pelabuhan menjadi semakin tegang.

“Mungkin ada provokator yang membuat suasana semakin panas, sehingga sopir dan penumpang mendatangi kantor kami. Kemarin juga kejadian serupa terjadi. Sebenarnya, masalah ini terkait jadwal kapal dari Ketapang, sementara kami hanya menerima kapal yang datang di Gilimanuk,” tambah Yudha.

Meskipun demikian, Yudha berharap situasi di Pelabuhan Gilimanuk bisa segera kembali normal dan para penumpang dapat menerima solusi yang terbaik dari pihak terkait.

Insiden ini menjadi perhatian serius, mengingat Pelabuhan Gilimanuk merupakan salah satu titik penting dalam jalur transportasi antara Bali dan Jawa. Pihak pelabuhan dan ASDP kini tengah berupaya untuk memperbaiki manajemen jadwal agar penumpang tidak lagi mengalami keterlambatan yang tidak terduga di masa mendatang. ***

Editor : Y. Raharyo
#bali #pelabuhan gilimanuk #penumpang