BALIEXPRESS.ID-Hari Raya Galungan yang merupakan hari kemenangan dharma melawan adharma harus ternodai dengan aksi perkelahian yang terjadi di Buleleng.
Dalam beberapan unggahan di media sosial, aksi perkelahian antar pemuda itu terjadi tepat pada Hari Raya Galungan (26/09/2024).
Perkelahian itu terjadi di traffic light atau perempatan desa Banyuning, Buleleng.
Baca Juga: Drama Absennya Welber Jardim di Timnas U-20: Ahmed Zaki Ungkapkan Alasan Mengejutkan
Dalam unggahan akun @infosingaraja_news, terlihat sejumlah orang terlibat keributan dan saling pukul.
Bahkan disebutkan dalam keributan tersebut salah satu pemuda yang terlibat membawa senapan.
Aksi mencekam itu pun direkam oleh seorang wanita yang saat itu sedang melintas di jalan tersebut.
Terlihat belasan pemuda terlibat dalam perkelahian tersebut.
Akibat keributan itu, sejumlah pengendara dan pengguna jalan pun terjebat kemacetan.
Baca Juga: Kasus Penusukan Saudara Tiri di Karangasem, AWK Janji Bantu Biaya Upacara dan Sekolah Anak Korban
Tidak dijelaskan secara rinci penyebab keributan tersebut, namun diduga aksi bentrok antar pemuda itu diakibatkan karena minuman alkohol.
“Hari Raya Galungan uyut, sampai bawa senapan. Sampai lalu lintas macet dan warga yang melintas takut,” tulis keterangan dalam akun @Info Singajara Bali.
Sontak saja, video tersebut mendapat beragam kecaman warganet di media sosial.
“Yen jak nyama peturu Bali adi saing peaengin polone,” tulis akun @Suparta Komang.
Baca Juga: Nilai Langgar Aturan, Niluh Djelantik Kecam Tiga Pria Tanpa Pakaian Adat di Pura Besakih
“Wkkwwk Dharma vs Adharna, ane cen dharma ane cen adharma,” tulis akun @Yuda Ganeshawara.
“Memeh kene gen, kedekine jak nake len, hari raya sadah,” tulis akun @Latra Hendrawan.
“Demen gati nyemak gae lebih, lungsuran tipate linteg jangin sambel goreng kacang keplos kan tek basange,” tulis akun @Putu Janter.
Editor : Wiwin Meliana