SINGARAJA, BALI EXPRESS – Perkelahian yang terjadi di simpang Banyuning, Singaraja tepatnya di traffic light menyita perhatian masyarakat. Arus lalu lintas pun sempat tersendat. Beberapa pemuda terlihat terlihat perkelahian di tengah jalan. Perkelahian tersebut disebut-sebut terjadi antara pemuda asal Desa Petandakan dan Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng.
Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Made Agus Dwi Wirawan mengatakan, insiden perkelahian itu terjadi Rabu (25/9) tepatnya saat malam perayaan Hari Raya Galungan. Insiden ini bermula dari interaksi di media sosial antara dua pemuda, Kadek IS dan Krisna alias Dower, yang berujung pada perselisihan.
Setelah saling berkomentar, kedua pemuda tersebut sepakat untuk bertemu di Pantai Penarukan pada sore hari. Di lokasi tersebut, mereka sempat terlibat perkelahian. Namun, perkelahian tersebut berhasil didamaikan dan pihak-pihak yang terlibat menyatakan bahwa masalah telah diselesaikan. “Perkelahian keduanya itu sudah selesai,” ungkap Kompol Dwi, Kamis (26/9) siang.
Kompol Agus Dwi menerangkan kembali bahwa setelah pertemuan tersebut, perkelahian kembali terjadi di perempatan Banyuning. Informasi mengenai perkelahian ini simpang siur di masyarakat, sehingga mengakibatkan kejadian susulan. Tiga perkelahian dilaporkan terjadi di lokasi ini setelah insiden di Pantai Penarukan.
“Perkelahian yang di TKP Banyuning ini ada tiga. Jadi laporannya ada tiga,” imbuh mantan Kapolsek Sukasada itu.
Laporan polisi telah dibuat untuk ketiga kejadian tersebut. Dalam laporan pertama, Made Sumerteyasa tercatat sebagai korban dengan pelaku Kadek P, Putu A, dan KS. Laporan kedua melibatkan Kadek Putrayasa sebagai korban dengan pelaku VA dan D. Dalam laporan ketiga, pelapor VA menghadapi terlapor KS, Gede A, dan OP. Kompol Agus menyampaikan bahwa para korban telah menjalani pemeriksaan medis dan tidak ada yang memerlukan perawatan intensif, meskipun ada yang mengalami bengkak di mata.
Baca Juga: Perayaan Galungan di Buleleng Mencekam; Bentrok Antar Pemuda Pecah di Banyuning
Hingga saat ini, polisi telah memeriksa 11 saksi di tiga lokasi kejadian. Penyelidikan terus berlanjut dengan rencana untuk memeriksa saksi tambahan, termasuk pelapor dan terlapor, guna memenuhi kelengkapan administrasi sesuai dengan pasal 184 KUHAP.
Agus juga mengonfirmasi bahwa terdapat seorang pemuda yang membawa senapan angin saat perkelahian terjadi. Pemuda tersebut mengklaim baru saja selesai berburu dan melihat temannya dikeroyok, lalu berusaha melerai situasi. Saat ini, kepolisian masih menyelidiki informasi mengenai suara senapan gas yang terdengar di lokasi kejadian.
“Ini keterangan awal dan kami akan cocokkan lagi dengan keterangan lain. Sementara informasi ada suara dari senapan gas itu belum bisa kami konfirmasi karena masih kami lakukan penyelidikan. Ini hanya miss komunikasi dari tiktok,” ujarnya. ***
Editor : Dian Suryantini