SINGARAJA, BALI EXPRESS - Situasi yang tegang antara dua kelompok warga di Desa Petandakan dan Banyuning kini telah berangsur pulih. Kepala desa dan lurah setempat mengadakan klarifikasi dan permohonan maaf terkait insiden yang terjadi pada Hari Raya Galungan.
Kepala Desa Petandakan, Wayan Joni Arianto, dalam video klarifikasinya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas tindakan oknum warganya yang terlibat dalam kesalahpahaman tersebut. Ia menegaskan, “Kami memohon maaf kepada masyarakat atas oknum warga kami yang melakukan kesalahan. Saat ini anak-anak kami yang terlibat sudah sepakat berdamai.” Wayan Joni mengungkapkan pernyataannya saat menjemput warganya di Polsek Kota Singaraja.
Lurah Banyuning, Nyoman Mulyawan, juga menyayangkan insiden tersebut, terutama karena terjadi di hari yang sakral bagi masyarakat Hindu. “Kami mohon maaf. Semoga kedepan tidak terjadi lagi. Kami semua sudah berdamai, dan masalahnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Terima kasih,” ujarnya.
Baca Juga: Gegara Berbalas Komentar di TikTok, Pemuda di Buleleng terlibat Perkelahian Saat Hari Raya Galungan
Dengan adanya kesepakatan damai ini, kedua belah pihak berharap situasi serupa tidak akan terulang, terutama pada saat perayaan hari raya yang sangat berarti bagi masyarakat setempat.
Diberitakan sebelumnya, Perkelahian yang terjadi di simpang Banyuning, Singaraja tepatnya di traffic light menyita perhatian masyarakat. Arus lalu lintas pun sempat tersendat. Beberapa pemuda terlihat terlihat perkelahian di tengah jalan. Perkelahian tersebut disebut-sebut terjadi antara pemuda asal Desa Petandakan dan Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng.
Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Made Agus Dwi Wirawan mengatakan, insiden perkelahian itu terjadi Rabu (25/9) tepatnya saat malam perayaan Hari Raya Galungan. Insiden ini bermula dari interaksi di media sosial antara dua pemuda, Kadek IS dan Krisna alias Dower, yang berujung pada perselisihan.
Setelah saling berkomentar, kedua pemuda tersebut sepakat untuk bertemu di Pantai Penarukan pada sore hari. Di lokasi tersebut, mereka sempat terlibat perkelahian. Namun, perkelahian tersebut berhasil didamaikan dan pihak-pihak yang terlibat menyatakan bahwa masalah telah diselesaikan. “Perkelahian keduanya itu sudah selesai,” ungkap Kompol Dwi, Kamis (26/9) siang.
Kompol Agus Dwi menerangkan kembali bahwa setelah pertemuan tersebut, perkelahian kembali terjadi di perempatan Banyuning. Informasi mengenai perkelahian ini simpang siur di masyarakat, sehingga mengakibatkan kejadian susulan. Tiga perkelahian dilaporkan terjadi di lokasi ini setelah insiden di Pantai Penarukan. ***
Editor : Dian Suryantini