Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Wayang Wong Sakral Hanya Boleh Pentas di Desa Adat Tejakula

Dian Suryantini • Senin, 30 September 2024 | 18:39 WIB

Salah satu tokoh dalam pementasan Tari Wayang Wong Tejakula
Salah satu tokoh dalam pementasan Tari Wayang Wong Tejakula

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Wayang Wong Tejakula sudah ditetapkan menjadi warisan budaya dunia oleh UNESCO. Kendati demikian, Wayang Wong di Desa Tejakula tetap sakral. Yang dipentaskan di luar saat festival atau acara khusus adalah duplikat dari Wayang Wong itu. Sementara yang sakral hanya boleh dipentaskan di desa adat Tejakula.

Ketut Artha Swatara selaku Koordinator Penari Wayang Wong menjelaskan, Wayang Wong Sakral yang berkedudukan di Pura Pemaksan dipentaskan 2 kali saat Pengebek Piodalan  dan Pengelebar di Pura Kahyangan Tiga, Pura Pemaksan dan Pura Dangka dan hanya boleh dipentaskan di Desa Adat Tejakula.

“Selain versi sakral ada juga versi duplikat. Yang duplikat itulah yang dipertontonkan kepada tamu atau tampil di sebuah acara di luar desa,” kata dia.

Baca Juga: Wayang Wong Tejakula, Antara Tradisi Sakral dan Hiburan Profan

Wayang Wong Duplikat ada sejak tahun 1990-an. Wayang ini telah sering tampil baik di luar negeri dan dalam negeri serta di hotel-hotel sebagai seni pertunjukan. Wayang Wong Duplikat hanya kostum dan tapel yang diduplikatkan. Diciptakan sejak tahun 1970 an oleh Penglingsir seniman Guru Sujana dan Tusan atas permintaan tamu-tamu sebagai seni tontonan.

Wayang Wong merupakan sebuah tarian yang menceritakan kisah pewayangan Ramayana 7 Kanda dengan penari memakai topeng baik sebagai pasukan Hanoman, Raja, maupun Dewi dan Parwa cerita Mahabarata tanpa menggunakan topeng.

“Total 200 krama secara turun temurun ngayah sebagai penari. Konon jika tidak meneruskan menjadi krama akan mengalami ketidakberuntungan,” ungkapnya.

Kemunculan wayang wong ini berdasarkan kisah, sejumlah  kelompok dari Bangli dan Blahbatuh Gianyar membawa kesenian Gambuh dengan Parwa ke Desa Tejakula dan menjadi akulturasi budaya. Dan terciptalah kesenian Wayang Wong. ***

Editor : Dian Suryantini
#sakral #duplikat #Tejakula Buleleng #unesco #Wayang Wong