BALIEXPRESS.ID – I Nyoman Suwirta, anggota DPRD Bali terpilih yang sebelumnya menjabat sebagai Bupati Klungkung selama dua periode ini, menegaskan pentingnya pengembangan layanan kesehatan di wilayah perairan, termasuk pembuatan ambulans laut dan rumah sakit terapung.
Dalam wawancaranya, Suwirta menekankan bahwa pelayanan harus menjadi prioritas dalam pengelolaan retribusi dari sektor pariwisata, khususnya diving dan snorkeling.
"Saya masih blank data, belum ada ini pertama kali. Saya melihat dari APBD Bali, ini kan yang paling penting menggali potensi di lapangan terutama kita pariwisata di dapil saya, Klungkung," ujarnya saat diwawancarai di Kantor DPRD Bali, Senin (30/9).
Baca Juga: Hadiri Pelantikan Pimpinan DPRD Klungkung Periode 2024-2029, Ini Pesan Pj Bupati Jendrika
Menurutnya, saat ini terdapat perda mengenai pendapatan retribusi dari aktivitas snorkeling dan diving, namun belum efektif dalam meningkatkan pendapatan daerah.
"Ketika kita memungut retribusi dari air, ini kan harus ada pelayanan. Maka dari itu saya berani mengatakan di laut itu harus ada pelayanan, apakah semacam ambulans laut gede, boat gede, yang lalu lalang di laut sehingga ada pelayanan yang kita berikan,” katanya.
Ia menekankan bahwa jika masyarakat membayar retribusi, mereka berhak mendapatkan pelayanan yang memadai.
Ia berkomitmen untuk menggali sumber-sumber pendapatan yang tidak hanya berfokus pada pemungutan retribusi, tetapi juga pada peningkatan layanan.
Suwirta juga mengingatkan bahwa saat ini belum ada pelayanan yang memadai untuk sektor diving, yang mengacu pada perda yang mengatur pungutan retribusi sebesar Rp 100 ribu.
"Kita tidak hanya kejar pendapatan, tapi dampak dari pendapatan itu, terutama retribusi, harus ada pelayanan," tegasnya.
Baca Juga: Amor Ing Acintya! Kakek Ditemukan Tewas Tersangkut di Parit
"Sehingga ambulans laut tidak hanya di Nusa Penida, harus ada semacam RS terapung sehingga diving snorkeling nyaman dan ada pelayanan untuk bayar 100 ribu, mereka nggak masalah,” imbuhnya.(***)
Editor : Rika Riyanti