SINGARAJA, BALI EXPRESS - Pasangan calon Gubernur Bali dan calon Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Made Muliawan Arya alias De Gadjah dan Putu Agus Suradnyana, melanjutkan kampanye mereka dengan melakukan serangkaian dialog di Kabupaten Buleleng. Dalam kunjungan kali ini, mereka mengadakan dialog terbuka di beberapa titik strategis di wilayah tersebut, sambil meresmikan sejumlah posko relawan sebagai bagian dari upaya memperkuat dukungan di akar rumput.
Salah satu posko relawan yang diresmikan oleh De Gadjah dan Putu Agus Suradnyana terletak di Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt, Buleleng. Posko ini dibentuk oleh Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) Buleleng, organisasi yang aktif mendukung pasangan calon tersebut. Acara peresmian posko relawan ini juga dihadiri oleh para pengurus partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, sebuah koalisi besar yang menjadi motor utama penggerak kampanye De Gadjah dan Agus Suradnyana.
Dalam kesempatan tersebut, De Gadjah mengungkapkan salah satu janji kampanyenya yang menarik perhatian, yaitu membangun stadion berskala internasional di Bali. Menurutnya, Bali memiliki banyak talenta muda di bidang olahraga, khususnya sepak bola, yang membutuhkan fasilitas lebih baik untuk berkembang. Saat ini, fasilitas yang ada, seperti Stadion Mayor Metra di Buleleng, dinilai sudah tidak layak untuk digunakan oleh para atlet muda berbakat yang ada di Bali.
“Setelah melihat langsung kondisi Stadion Mayor Metra yang sudah tidak layak, padahal bibit pemain sepak bola sangat banyak di Buleleng, kami merasa perlu adanya stadion skala internasional di Bali,” ujar De Gadjah.
Baca Juga: Sugawa-Suardana Pilih Kampanye Via TikTok, Cara Baru Menarik Generasi Muda
Ia menambahkan bahwa Bali sangat berpotensi menjadi tuan rumah berbagai pertandingan internasional jika memiliki stadion berstandar global, mulai dari turnamen AFF, AFC, hingga FIFA.
Lebih lanjut, De Gadjah menyatakan keyakinannya bahwa pembangunan stadion tersebut bisa terealisasi selama ada sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pusat. Ia juga menyinggung program revitalisasi stadion yang pernah dilakukan oleh pemerintah pusat di era Presiden Joko Widodo. Sebanyak 22 stadion di seluruh Indonesia mendapatkan revitalisasi. Dengan optimisme tinggi, De Gadjah yakin Bali bisa mendapatkan minimal satu stadion internasional dalam waktu dekat.
“Kami optimis, jika Bali berada dalam satu komando dengan pemerintah pusat, stadion internasional bisa dibangun di sini. Kami akan memperjuangkan itu, terutama dengan adanya rencana revitalisasi stadion dari pusat,” tambahnya.
Komitmen De Gadjah untuk meningkatkan infrastruktur olahraga di Bali, termasuk pembangunan stadion internasional, diharapkan dapat menjadi pendorong bagi perkembangan olahraga, khususnya sepak bola, di Bali.
“Dukungan masyarakat lokal dan organisasi seperti PPIR menjadi kekuatan besar bagi kami dalam mencapai tujuan mereka untuk memajukan Bali, tidak hanya dari segi infrastruktur, tetapi juga dalam hal pemberdayaan talenta muda lokal,” kata dia.***
Editor : Dian Suryantini