BALIEXPRESS.ID - 11 hari telah berlalu pasca aksi anarkis gerombolan diduga geng motor yang kejar dan serang pria bernama Yanto, 38, sampai tewas terjatuh di Jembatan Sungai Villa Ayung, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Badung. Namun, sampai saat ini para pelaku belum dapat ditangkap oleh pihak kepolisian.
Satuan Reserse Kriminal Polres Badung masih memburu geng motor yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa ini.
Kasat Reskrim Polres Badung AKP Muhamad Said Husen menerangkan, pihaknya telah mengambil langkah dalam menyelidiki kasus tersebut.
Langkah itu seperti, memeriksa keterangan saksi-saksi, menganalisa CCTV dan melakukan pemetaan terhadap kelompok diduga geng motor yang saat kejadian berada di lokasi.
"Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi dan juga beberapa CCTV untuk merangkai kejadian ini seperti apa," ujarnya, Rabu (2/10).
Dari analisa CCTV di berbagai lokasi, memang ciri-ciri pelaku tidak terlihat jelas. Tapi ada beberapa orang yang pihaknya bisa ciri-cirikan dan identifikasi.
Sementara ini, pihaknya mengetahui bahwa pelaku berjumlah sekitar 10 orang. Sehingga, nantinya orang-orang yang diduga sebagai bagian geng motor itu bisa ditelusuri keberadaannya.
Kapolres Badung AKBP Teguh Priyo Wasono menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan CCTV, korban yang meninggal ini lari karena ketakutan saat dikejar/diserang oleh kelompok pelaku.
Namun, korban bernama Yanto asal Jember, Jawa Timur tersebut melarikan diri diduga dengan cara melompat dari jembatan dan jatuh ke sungai, hingga mengakibatkan dirinya meninggal.
Sedangkan, dua temannya berhasil melarikan diri dan selamat, meskipun sempat kena pukul.
"Inilah yang menjadi pintu masuk kami untuk melaksanakan proses penyelidikan dan penyidikan terhadap para pengendara motor yang sempat mengejar dan memukul mereka," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Seorang pria bernama Yanto, 38, tewas terjatuh di Jembatan Sungai Villa Ayung, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Badung, karena dikejar dan diserang oleh gerombolan diduga geng motor pada, Sabtu (21/9).
Peristiwa bermula ketika pria asal Dusun Krajan, Desa Karang Anyar, Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur tersebut bersama teman-teman sekampungnya bernama M Anton Munif, 35, dan Gunawan, 34.
Mereka berboncengan naik sepeda motor sekitar pukul 01.00 WITA, usai dari membeli makan di dekat Pasar Peguyangan, Denpasar Utara. Saat melintasi di pertigaan Darmasaba, ada segerombolan diduga geng motor berjumlah sekitar 10 orang yang mencaci maki mereka.
Bahkan kelompok itu mengejar korban dan teman-temannya sampai ke Jalan Villa Sungai Ayung. Korban dan dua temannya juga dipukuli dan ditentang sampai terjatuh dari motor. Alhasil para korban, berusaha lari menyelamatkan diri.
Mereka lari secara terpisah. Anton bisa pulang ke kos dan Gunawan berlari tanpa tujuan. Sayangnya, Yanto yang panik melompat dari Jembatan dan jatuh ke sungai. Setelah geng motor pergi, Gunawan mencari kawannya dan diberitahukan bahwa Yanto telah melompat.
Saat dicek ternyata benar Yanto ada di bawah jembatan, pinggir sungai. Kondisinya sudah meninggal dunia.
Terdapat sejumlah luka pada tubuhnya, seperti bagian atas kepala luka robek kurang lebih 4 cm, pelipis sebelah kiri luka lecet, siku lengan kiri luka lecet, dada luka lebam akibat benturan, serta lutut kiri dan kanan luka lecet. (*)
Editor : I Gede Paramasutha