Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kurangi Kemacetan Legian-Seminyak, Dinas PUPR Badung Bangun Jembatan Baru di Tukad Mati

Putu Resa Kertawedangga • Rabu, 2 Oktober 2024 | 16:41 WIB

PEMBANGUNAN: Tanda penutupan jalan Eka Laweya yang dipasang untuk membwritahukan adanya pembangunan jembatan di Tukad Mati.
PEMBANGUNAN: Tanda penutupan jalan Eka Laweya yang dipasang untuk membwritahukan adanya pembangunan jembatan di Tukad Mati.

BALIEXPRESS.ID – Dinas PUPR Badung berupaya mengurangi kemacetan yang terjadi di wilayah Kecamatan Kuta.

Bahkan saat ini sedang dilakukan pembangunan sebuah jembatan baru di aliran Tukad Mati yang menghubungkan Kelurahan Legian dan Seminyak.

Pembangunan jembatan ini nantinya akan memberikan alternatif, dari Jalan Eka Laweya, Legian-Jalan Belong, Seminyak.

Baca Juga: MIRIS! Aksi Nekat Ibu Curi Jajanan Dititipan di Warung Pulau Saelus Denpasar, Videonya Tuai Kecaman

Kabid Bina Marga, Dinas PUPR Badung, I Gusti Ngurah Made Suardika mengatakan,  untuk mengatasi kemacetan, jembatan baru di Tukad Mati telah dikerjakan sejak 12 September 2024.

Pengerjaan jembatan ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2024.

“Target pengerjaannya sampai dengan 29 Desember 2024,” ujar Ngurah Suardika, Rabu (2/10).

Baca Juga: Setelah Pasar Semarapura, Pasar Galiran Siap Terapkan Sistem Parkir Otomatis di Tahun 2025

Menurutnya, jembatan ini akan memiliki panjang 16,6 meter dengan lebar 7,30 meter.

Untuk lebar aspal yang nantinya dilalui oleh kendaraan yakni 5,5 meter.

“Jembatan ini dibangun dengan standar jalan Kabupaten Badung, dengan maksimal beban Jumlah Berat Bruto 8 ton,” ungkapnya.

Baca Juga: Aksi Pencurian Siang Bolong di Pedungan Denpasar Viral, Pria Terekam Ambil HP dari Mobil Parkir di Jalan

Disinggung terkait biaya pengerjaanya, Ngurah Suardika mengaku menggunakan APBD Badung 2024.

Kemudian nilai yang dianggarkan adalah Rp 16,4 miliar.

“Untuk progresnya sampai saat ini pada tahap bore pile abutmen dan bore pile retaining wall sudah dikerjakan," terangnya.

Sementara Lurah Legian, Putu Eka Martini menyatakan, proyek pembangunan jembatan penghubung antara Jalan Eka Laweya-Jalan Belong.

Pembangunannya masih belum diketahui oleh masyarakat, sehingga masih ada kendaraan yang harus putar balik saat melalui Jalan Eka Laweya.

“Kalau tidak salah pembangunannya sudah satu bulan lalu. Setelah matur piuning besoknya penutupan langsung dilakukan,” ungkap Eka Martini.

Pihaknha berharap, masyarakat dapat mendukung pembangunan jembatan baru tersebut.

Terlebih jembatan penguhubung Legian dan Seminyak ini dapat memberikan alternatif jalan baru.

“Saya harap masyarakat atau pengendara yang lewat dapat memperhatikan rambu yang dipasang. Mari kita dukung demi kepentingan bersama," imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#legian #kemacetan #seminyak #tukad mati #Dinas PUPR Badung #kuta