Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Diduga Tersulut Dendam Pribadi, Dua Pria Terlibat Perkelahian di Pemuteran, Satu Tertusuk Pedang

Dian Suryantini • Kamis, 3 Oktober 2024 | 17:14 WIB

Olah TKP yang dilakukan polisi paska kejadian penganiayaan yang berujung penusukan di Pemuteran, Buleleng.
Olah TKP yang dilakukan polisi paska kejadian penganiayaan yang berujung penusukan di Pemuteran, Buleleng.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Peristiwa penganiayaan berujung dengan penusukan terjadi di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Peristiwa itu terjadi begitu cepat, Rabu (2/10) lalu sekitar pukul 12.00 wita. Penganiayaan itu melibatkan dua orang pria yang bertetangga.

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika mengatakan, kejadian itu terjadi secara tiba-tiba. Saat I Wayan Suarjana, 46 sedang bersantai di teras rumah bersama istrinya, Ni Kadek Sulendri, 44, datang Slamet Riadi, 45. Ia datang dengan membawa sebilah kayu di tangannya. Tanpa basa-basi, Slamet langsung memukul Suarjana. Pukulan itu dilayangkan ke Wayan Suarjana secara beruntun hingga ia tidak bisa melawan. Lantaran merasa terpojok ia lari ke dalam kamar.

Saat Suarjana berusaha kabur, Slamet terus mengejar hingga ke dalam kamar. Nengah Sulendri yang merupakan istri Suarjana saat itu mencoba menghalangi. Sayangnya, ia juga dipukul oleh Slamet menggunakan kayu.

“Suarjana dipukul di bagian lengan, kepala belakang, bahu kiri dan punggung. Sedangkan istrinya juga kena pukul di bagian kepala,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (3/10) pagi.

Melihat istrinya dipukul, Suarjana dengan spontan menggapai pedang yang tergantung di dinding kamarnya. Ia keluar dan langsung menghunuskan pedang itu ke arah perut Slamet Riadi. Seketika Slamet terkapar dengan luka robek di bagian perut hingga usus sedikit terburai keluar.

Akibat kejadian itu, akhirnya Wayan Suarjana diamankan polisi. Sebilah pedang dengan sarung kayu sepanjang 70 cm turut disita polisi. Sebatang kayu dengan panjang 50 cm. Sementara, Slamet Riadi kini tengah menjalani perawatan di RSUD Buleleng.

Terpisah, Perbekel Desa Pemuteran, Nyoman Arnawa mengatakan, Slamet Riadi yang mengalami luka robek di perut, telah mendapat penanganan medis. “Saya dengar yang bersangkutan telah menjalani operasi,” kata dia.

Kendati demikian, ia belum mengetahui secara pasti motif perselisihan yang terjadi diantara dua warganta itu. Ia menyebut kemungkinan terdapat dendam pribadi yang memicu terjadinya penganiayaan hingga terjadi penusukan itu.

“Mereka bertetangga. Rumahnya dekat. Saya masih belum tahu seperti apa, mungkin ada dendam pribadi. Yang jelas saat kejadian itu tidak ada pengaruh alkohol,” ujarnya. ***

Editor : Dian Suryantini
#penusukan #penganiayaan #Pemuteran