BALIEXPRESS.ID - Setelah 21 tahun lebih berkarya di Industri Media dan Hiburan, mulai dari sinetron, film, animasi, musik, MD Entertainment sangat serius dalam menjalani misinya meraih gelar “one stop hub for entertainment in Indonesia”.
Dalam beberapa tahun terakhir, MD selalu melakukan pemetaan terhadap tren yang terjadi di masyarakat salah satunya yakni tren IP (Intelectual Property) yang diminati dan sudah punya atensi besar di masyarakat, sehingga ketika diadaptasi dalam format layar lebar akan ada potensi relevansi sehingga dapat diterima dengan mudah oleh penonton, yang akan berindikasi pada potensi peraihan jumlah penonton ketika film ini rilis di bioskop.
CEO dan Founder MD Entertainment, Manoj Punjabi bergabung dengan Asia’s Premier Event for the Media, Telecoms & Entertainment Industry (APOS) 2024 di Ayana Resort, Bali pada hari Kamis lalu (26/9/2024) sebagai salah satu pembicara.
Pada acara ini, beliau membagikan kisahnya di panel yang bertema “The Future of Storytelling”. “Dengan mengikuti acara ini, saya berharap untuk bisa selalu menghadirkan inovasi baru setiap tahunnya yang berperan signifikan dalam industri media dan hiburan. Salah satu terobosan yang saya hadirkan di penghujung tahun 2024 ini yakni menjadikan salah satu televisi dengan format free-to-air menjadi salah satu bagian dari entitas bisnis kami dan tentunya Saya sangat antusias untuk mengeksplorasi potensinya,” ujar Manoj Punjabi.
Penetrasi ke ranah televisi free-to-air akan menjadikan bisnis MD menjadi sinergi tentunya dalam mempersiapkan terobosannya, MD Entertainment menyiapkan berbagai inovasi dan produk unggul yang akan menjadikan iklim kompetisi di ranah pertelevisian semakin bervariasi.
Film horror di Indonesia semakin diminati di Indonesia, dengan demikian MD Entertainment selalu berusaha untuk menjadi pioneer film dengan genre horror yang berkualitas dari berbagai elemen baik produksi, cerita maupun hasil. Dengan demikian film Indonesia memiliki standard kualitas yang bisa bersaing secara global.
Keberhasilan Manoj Punjabi dalam memimpin MD Entertainment menghasilkan karya karya berkualiatas yang diminati masyarakat, menjadikannya figure terkaya ke-18 di Indonesia berdasarkan Forbes.
Pada tahun 2024, Film Ipar adalah Maut dan Badaruwhi di Desa Penari masuk ke jajaran 5 besar peraih Box Office Indonesia hingga penghujung tahun 2024 ini. Pada tahun 2023, dengan film Sewu Dino yang berhasil meraih lebih dari 4.800.000+ penonton. Di tahun 2022, MD Entertainment berhasil memecahkan rekor “Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa” dengan film KKN di Desa Penari dengan raihan jumlah penonton melebihi 10 juta. Film Ayat-Ayat Cinta (2008), Habibie dan Ainun (2012), dan Danur (2017) juga masuk ke daftar film Box Office hasil karya MD Entertainment.(*)
Editor : I Dewa Gede Rastana