BALIEXPRESS.ID - DPRD Kota Denpasar melantik pimpinan DPRD Kota Denpasar masa jabatan 2024-2029 pada Senin (7/10).
Empat tokoh dilantik yakni jabatan ketua dan tiga orang wakil, yakni ketua masih dijabat oleh I Gusti Ngurah Gede dari PDIP, Wakil Ketua I Ida Bagus Yoga Adi Putra dari Partai Gerindra, Ketua 2 I Wayan Mariyana Wandhira dari Partai Golkar dan Ketua 3 Made Oka Cahyadi Wiguna dari Partai PSI.
Dari empat pimpinan tersebut, Ida Bagus Yoga Adi Putra atau Gus Yoga, menjadikannya pimpinan dewan termuda di usianya yang baru 32 tahun.
Baca Juga: 13.200 Orang Dapatkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis BRI Peduli di Berbagai Wilayah di Indonesia
Menjadi pimpinan dewan termuda, pria kelahiran Pekalongan, 7 April 1992 ini mengaku akan menyerap aspirasi anak muda dan juga mengawal APBD di Kota Denpasar.
Sehingga nantinya bisa mengakomodir kegiatan-kegiatan anak muda dan juga untuk kemakmuran masyarakat Kota Denpasar.
"Saya akan serap aspirasi anak muda dan juga mengawal APBD di Kota Denpasar supaya bisa mengakomodir kegiatan-kegiatan anak muda dan juga tentunya untuk kemakmuran masyarakat Kota Denpasar," ungkap Gus Yoga.
Baca Juga: Dari Nihil Jadi Ada, Koster Layak Sandang Pemimpin Visioner, Giri Prasta Pemimpin Muda dan Lincah
Ia juga menyatakan bahwa agenda pembahasan APBD tahun 2025 akan menjadi fokus utama DPRD setelah pelantikan ini.
"Rencana kita akan bahas APBD setelah ini, sudah kemarin kita perancangan APBD tahun 2025 mau dibahas. Demikian di sana akan ada pandangan-pandangan fraksi terkait APBD Kota Denpasar itu sendiri," tambahnya.
Terkait permasalahan sampah yang masih menjadi isu krusial di Denpasar, Gus Yoga menekankan pentingnya solusi yang lebih baik dan terarah.
"Sampah tentunya jadi konsen kita, karena bagaimanapun pengelolaan sampah di Kota Denpasar kan baru satu Oktober ini dipisah antara sampah organik dan non organik, mungkin itu kita akan gencarkan juga sosialisasinya melalui anggota-anggota DPRD. Semoga nantinya pemilahan sampah di Kota Denpasar ini bisa terjalin dengan baik, dan juga kami berharap adanya solusi baru untuk permasalahan sampah di Kota Denpasar," jelasnya.
Gus Yoga menyoroti bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung sudah mengalami kelebihan kapasitas dan tidak lagi dapat diandalkan sebagai solusi utama.
"Bagaimanapun TPA Suwung sudah sangat menumpuk, kita enggak bisa lagi mengharapkan di sana. Harus ada solusi baru dan kita akan bahas bersama," tambahnya.
Selain membahas APBD dan pengelolaan sampah, Gus Yoga juga menekankan pentingnya pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) dan penetapan komisi-komisi dalam waktu dekat.
Baca Juga: Lirik Hutan Desa, Sutjidra-Supit Janjikan Pembangunan Taman Safari di Desa Selat, Buleleng
"Agenda pertama setelah ini mungkin pembuatan AKD, komisi-komisi, sudah gitu penetapan komisi," kata Gus Yoga.
Partai Gerindra, yang memiliki sembilan kursi di DPRD Kota Denpasar, telah menyiapkan alokasi anggotanya di setiap komisi.
"Kalau kami dengan 9 kursi yang ada di DPRD kota untuk Partai Gerindra, kita plot dua orang per komisi. Kemampuan, pengalaman, dan keinginan semua harus kita akomodir. Bagaimanapun Partai Gerindra harus ada di semua komisi, makanya kami harus bagi," tutupnya.
Baca Juga: Profil Ni Ketut Permata Juliastrid Sari; Pemenang Miss Cosmo 2024 Asal Bali
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede mengatakan, pelantikan pimpinan DPRD Denpasar ini mengacu pada surat keputusan Gubernur Bali tertanggal 27 September 2024.
Sementara untuk hari pelantikan dan pengambilan sumpah berdasarkan hari baik.
“Sesuai aturan DPRD Kota Denpasar terdiri dari satu ketua dan tiga wakil ketua. PDI Perjuangan sebagai pemenang tetap sebagai ketua, wakil ketua I dari Gerindra, wakil ketua II dari Golkar dan wakil ketua III, dari PSI,” ucapnya.
Baca Juga: Satresnarkoba Polres Jembrana Tangkap 4 Tersangka Penyalahgunaan Narkotika
Ngurah Gede mengatakan, setelah terbentuknya pimpinan definitif akan menuntaskan sejumlah agenda prioritas.
Seperti pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yakni komisi-komisi dan badan.
Sementara itu, DPRD Denpasar yang sebelumnya terdapat 5 fraksi, kini berkurang menjadi 4 fraksi.
Sebab, Demokrat yang sebelumnya bisa membentuk fraksi kini hanya mendapatkan 2 kursi dan memilih untuk merapat kke fraksi PDIP.
Baca Juga: Usai Tuai Perdebatan, Ini Alasan Niluh Djelantik Gunakan Kebaya dan Sandal Jepit di Acara Kenegaraan
Sementara Gelora juga bergabung ke fraksi PDIP, sehingga saat ini hanya ada 4 fraksi yakni PDIP, Gerindra, Golkar dan PSI-Nasdem.
"Kalau fraksi sudah dibentuk pimpinan sementara. Di mana DPRD Denpasar terdiri dari empat fraksi PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar dan Fraksi PSI-Nasdem," katanya.
Selain itu, Ketua fraksi juga sudah ditunjuk yakni Ketua Fraksi PDIP I Ketut Suteja Kumara, Ketua Fraksi Gerindra I Ketut Budiarta, Ketua Fraksi Golkar Putu Oka Mahendra dan Fraksi PSI-Nasdem Agus Wirajaya.(***)
Editor : Rika Riyanti