SINGARAJA, BALI EXPRESS – Sebaran usaha ikan bandeng di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng sangat tinggi. Lebih dari 100 pengusaha bandeng di Kecamatan Gerokgak. Usaha itu dikembangkan dalam tambak yang dibangun dekat pesisir. Baru-baru ini, bandeng juga dibudidayakan melalui metode yang berbeda, yakni keramba tancap laut.
Sejalan dengan namanya, bandeng-bandeng itu ditebar pada jaring yang dipasang pada pantai desa Patas. Saat ini terdapat 4 keramba yang digunakan untuk pembesaran benih. Masing-masing keramba berisi 25.000 bibit.
Ternyata, selain memiliki potensi ekspor ke luar negeri seperti Filipina, bandeng di wilayah ini juga memiliki potensi lain. Hasil panen bandeng yang melimpah dapat mendukung program pemerintah yang akan dikembangkan, yakni program makan siang gratis bagi siswa. Bandeng yang dihasilkan dari budidaya dapat diserap dan diolah menjadi salah satu menu yang ditawarkan.
Baca Juga: Konsumsi Ikan Bandeng Dapat Meningkatkan Mood dan Cegah Gangguan Mental
Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Bambang Trisnohadi mengatakan, bandeng yang dibudidayakan di laut ini tidak hanya menawarkan rasa yang lebih enak dan bebas dari rasa tanah, tetapi juga memiliki kandungan nutrisi yang melebihi salmon.
Bandeng dari Desa Patas diklaim memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi. Beberapa manfaat gizi dari bandeng meliputi, protein yang penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh.
Mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan otak. Mengandung berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin D, vitamin B12, selenium, dan fosfor.
“Ini mungkin dapat menjadi alternatif sumber protein bagi anak-anak sekolah. Jadi di Buleleng, dengan adanya potensi seperti ini, bandengnya dapat diolah jadi menu itu nantinya,” ujarnya belum lama ini.
Baca Juga: Bandeng Keramba Tancap Laut Panen Perdana, Hasilnya 20 Ton, Diekspor ke Luar Negeri
Budidaya bandeng di Desa Patas dilakukan di laut, menjadikan kualitas rasanya lebih baik dibandingkan dengan bandeng yang dibudidayakan di tambak. Hal ini membuat bandeng dari desa ini lebih disukai dan bernilai tinggi.
“Untuk program ini dibutuhkan banyak bahan makanan pokok, terutama yang ada di wilayah masing-masing,” imbuhnya.
Selain dibudidayakan di tambak dan keramba laut, bandeng juga dapat dibudidayakan dalam skala rumahan. Dengan demikian budidaya secara rumahan itu cocok dikembangkan bagi pensiunan, baik ASN maupun TNI/Polri. Mengingat potensi pasar yang luas, pengembangan bandeng untuk pensiunan cukup menjanjikan. Terlebih hasilnya bisa menambah pendapatan untuk jaminan hari tua.
“Dengan berbagai keunggulan dan manfaat yang ditawarkan, bandeng dari Desa Patas tidak hanya menjadi pilihan tepat untuk mendukung program pemerintah, tetapi juga sebagai peluang usaha yang potensial bagi masyarakat,” tutupnya. ***
Editor : Dian Suryantini