BALIEXPRESS.ID- Sejumlah embung di Kabupaten Karangasem, Bali, mulai mengering di tengah musim kemarau.
Menipisnya air di embung-embung tersebut disebabkan penggunaannya oleh masyarakat yang tidak sebanding dengan pasokan air yang ada.
Dari 17 embung yang dikelola oleh Dinas PUPR Karangasem, lima di antaranya sudah tidak berisi air.
Lokasi embung-embung tersebut tersebar di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Selat, Kecamatan Abang, Karangasem, serta dua titik di Kecamatan Kubu.
“Embung yang sudah kosong antara lain, Embung Telung Buana di Kecamatan Selat, Embung Datah di Kecamatan Abang, Embung Batu Dawa 1 dan 2 di Kecamatan Kubu, dan Embung Seraya Timur di Kecamatan Karangasem,” beber Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Karangasem I Made Wiguna, Selasa (8/10/2024).
Sedangkan 12 embung lainnya masih berisi air, meski volumenya bervariasi.
Ada dua yang volumenya sudah sedikit, 0,20 meter, sedangkan lainnya masih berkisar 0,50 meter.
Menipisnya ketersediaan air di embung tersebut dikatakan karena telah digunakan oleh masyarakat sekitar.
Untuk embung yang masih berada di volume 0,50 meter disebut bisa digunakan hingga beberapa bulan ke depan.
“Air embung biasanya dugunakan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, minum, hingga mandi,” terangnya.
Apabila masyarakat sudah kesulitan air bersih, maka diberikan bantuan menggunakan tangki yang nantinya digunakan oleh banyak orang.
"Untuk warga yang sudah kesulitan air bersih, biasanya diberikan bantuan air mengunakan tangki," imbuhnya. (*)
Editor : I Made Mertawan