BALIEXPRESS.ID-Mangku Gede Pura Dalem Segening, Monang Maning, Ida I Dewa Mangku Mayun menyayangkan video Barong Landung runtuh saat mesolah viral di media sosial.
Pihaknya menilai tak sepantasnya hal sakral dan magis diunggah ke media sosial sehingga menimbulkan persepsi publik.
Pasalnya, video yang memperlihatkan Barong Landung runtuh saat mesolah tersebut telah menimbulkan berbagai komentar-komentar negatif di media sosial.
Baca Juga: Keindahan Eksotis dengan Ikon Batu Jinak di Pantai Suwehan, Nusa Penida
Mangku Mayun pun tak menampik bahwa dengan kemajuan digital pihaknya tak bisa membendung orang-orang untuk tidak memposting hal yang tak pantas.
Namun ada baiknya, sebelum mengunggah hal tersebut alangkah baiknya disertai dengan informasi yang berimbang.
“Kalau saya tidak bisa mengatakan jangan memviralkan karena ini menyangkut orang banyak, tapi kalau ada yang bicara langsung dengan tyang akan tyang luruskan,” ungkap Mangku Mayun kepada Koran Bali Express pada Selasa (08/10/2024).
Sebelumnya, Viral di media sosial sebuah video yang memperliahtakan Barong Landung runtuh saat prosesi mesolah di sebuah pura.
Baca Juga: Sensasi Rumah Pohon Molenteng, Menginap di Atas Tebing dengan Pemandangan Laut Nusa Penida
Rupanya, Barong Landung tersebut merupakan milik Pura Dalem Segening, Monang-Maning.
Kejadian runtuhnya pelawatan Ratu Gede Dalem Segening itu terjadi pada saat nangkil di Pura Dalem Susunan Wadon, Serangan pada Minggu, 6 Oktober 2024 lalu.
Atas viralnya video tersebut, Mangku Gede Pura Dalem Segening, Monang Maning, Ida I Dewa Mangku Mayun angkat bicara.
Pihaknya mengaku kaget jika video runtuhnya pelawatan Ratu Gede Dalem Segening viral di media sosial.
Menurut Mangku Mayun, kejadian jatuh atau runtuhnya Barong Landung saat mesolah adalah hal yang biasa.
Hal ini bisa terjadi lantaran pengadeg pelawatan Ratu Gede Dalem Segening mengalami ketedunan atau kerauhan.
Saat pengadeg ketedunan, pengabih atau pendamping yang seharusnya menjaga pelawatan agar tidak runtuh kurang sigap dalam melihat situasi.
Disebutkan saat kejadian, pengabih justru bengong menonton sesolahan tersebut.
“Pengabihnya kurang sigap. Pengabihnya bengong nonton pas pengadeg ketedunan, karena niki kan bebannya berat. Kalau sudah ketedunan pasti goncangannya keras,” jelas Mangku Mayun kepada Koran Bali Express, Selasa (09/10/2024).
Lebih lanjut, Mangku Gede Dalem Segening memastikan bahwa kejadian Barong Landung runtuh itu sama sekali tidak menyebabkan kerusakan apapun terhadap pelawatan Ida Ratu Gede Dalem Segening.
Editor : Wiwin Meliana