BALIEXPRESS.ID – Setelah menghancurkan puluhan rumah di dua kecamatan di Kabupaten Jembrana, angin puting beliung kembali menerjang kawasan tersebut.
Insiden terbaru terjadi pada Senin (7/10/2024) sekitar pukul 23.30 Wita. Akibat peristiwa tersebut, pohon wani tumbang dan menimpa rumah milik I Wayan Suenten, 72, di Banjar Pangkung Tanah Kangin, Desa Melaya, Kecamatan Melaya.
Kepala BPBD Kabupaten Jembrana, Agus Artana Putra, mengungkapkan bahwa angin puting beliung menyebabkan tumbangnya pohon wani setinggi 15 meter, yang merusak atap dan menghancurkan beberapa genteng rumah.
"Kerugian materi yang dialami pemilik rumah diperkirakan mencapai Rp 25 juta," jelas Agus.
Peristiwa ini merupakan bagian dari serangkaian bencana serupa yang terjadi sebelumnya di Kecamatan Jembrana dan Kecamatan Negara.
Pada Senin dini hari (7/10), sekitar pukul 03.00 WITA, angin kencang merusak sekitar 53 rumah di beberapa desa dan kelurahan.
Di Kecamatan Jembrana, wilayah yang terdampak meliputi Kelurahan Sangkaragung, Desa Budeng, Desa Yehkuning, dan Kelurahan Loloan Timur.
Sedangkan di Kecamatan Negara, angin puting beliung menerjang Kelurahan Lelateng dan Kelurahan Loloan Barat.
“Kami masih terus melakukan pendataan di lapangan untuk mendapatkan angka pasti kerusakan dan jumlah warga yang terdampak,” ujar Agus menambahkan.
Bencana ini menjadi perhatian serius bagi warga Jembrana, karena angin puting beliung yang berulang kali terjadi membawa dampak besar pada pemukiman.
BPBD Jembrana terus mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa datang kapan saja. (*)
Editor : Nyoman Suarna