Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gembar-Gembor Patroli Blue Light, Pelaku Sejumlah Kasus Jambret Tak Tersentuh Polsek Kuta, Kapolsek Bungkam

I Gede Paramasutha • Jumat, 11 Oktober 2024 | 19:52 WIB
WNA India korban jambret Sudhindra Adoni dan istri saat melapor ke Polsek Kuta. (Bali Express/Istimewa)
WNA India korban jambret Sudhindra Adoni dan istri saat melapor ke Polsek Kuta. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Para pelaku jambret terhadap warga negara asing (WNA) di kawasan Kuta, Badung, masih bisa bernafas lega. Tercatat ada sejumlah kasus jambret viral yang belum mampu diungkap oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Kuta pada 2024 ini.

Padahal kepolisian sedang gembar-gembor soal pelaksanaan patroli blue light di media sosial, yang disebut-sebut dapat menciptakan wilayah aman dan mengantisipasi kejahatan. Sayangnya, pelaku jambret dari sejumlah kasus yang masih hangat tersebut justru tak tersentuh oleh aparat.

Rincian kasus-kasus tersebut, mulai dari yang menimpa bule wanita di kawasan Seminyak, Kuta, Badung, pada Rabu (31/7) malam. Bule itu menangis tersedu-sedu sembari bercerita bahwa handphone miliknya dirampas jambret ketika sedang mengendarai motor. 

"I was driving my bike, and someone took my phone (Aku sedang mengendarai motor, dan seseorang mengambil ponselku)," ucap korban dalam video.

Belum terungkap kasus tersebut, ada lagi pasangan suami istri asal India bernama Sudhindra Adoni, 41, dan Rachana DT yang jadi korban.

Pasangan ini juga menangis histeris karena dijambret di depan Diva Karaoke, Jalan Dewi Sri, Legian, Kuta, Badung, pada Minggu (29/9) sekitar pukul 19.30 WITA.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi kala itu menerangkan, korban yang sedang berjalan kaki melihat ada dua orang laki-laki duduk di atas motor. 

Sudhindra yang merasa curiga langsung memasukan ponselnya ke sakunya. Tak disangka kedua lelaki itu mengendarai motornya dari arah depan dan mendekati sang istri. Lalu, menarik paksa kalung emas berisi liontin dari leher Rachana yang mengakibatkan mereka rugi Rp 49,8 juta.

Tak hanya itu, beberapa bulan sebelumnya, juga ada kasus yang diduga belum terungkap, yakni penjambretan menimpa bule Inggris inisial EBW pada Senin (22/4). Wanita itu awalnya sedang mengendarai motor, sembari melihat map melalui ponsel.

Apes, ada lelaki mengendarai motor yang menguntitnya. Lalu, lelaki tersebut merampas ponsel EBW, di Jalan Majapahit, Kuta.

Sejak sejumlah kasus tersebut viral di media sosial, diberitakan oleh media massa dan dilaporkan ke Polsek Kuta, sampai saat ini belum ada kabar mengenai perkembangan terutama mengenai penangkapan pelaku.

Dikhawatirkan, maraknya kejadian semacam ini dapat merusak citra Bali, khususnya Kuta sebagai kawasan atau destinasi pariwisata.

Apalagi bisa memunculkan stigma bahwa Pulau Dewata tidak aman.

Sampai berita ini diterbitkan, Kapolsek Kuta Kompol Agus Pasek Sudina yang dikonfirmasi via WhatsApp bungkam. Ia tidak memberikan respon sama sekali. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#kasus #pelaku #polsek kuta #jambret #Tak tersentuh #kuta