SINGARAJA, BALI EXPRESS – Bawaslu mengimbau kelompok perempuan untuk lebih waspada dan aktif dalam mengikuti informasi seputar Pilkada. Dari total 594.619 pemilih di Kabupaten Buleleng, sebanyak 298.194 di antaranya adalah perempuan, sedangkan sisanya, yaitu 296.425 pemilih, adalah laki-laki. Dengan proporsi yang hampir seimbang ini, kelompok perempuan menjadi salah satu sasaran utama dalam sosialisasi Pilkada.
Anggota Bawaslu Bali, Ketut Aryani mengatakan, informasi seputar Pilkada kini semakin mudah diakses, terutama melalui media sosial. Bawaslu memanfaatkan berbagai platform untuk menyebarluaskan edukasi kepada masyarakat, termasuk kelompok perempuan, melalui konten seperti video pendek dan flyer.
“Kami menyasar kelompok perempuan karena mereka merupakan bagian penting dari keseluruhan pemilih,” ujar Aryani.
Namun, Bawaslu juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam menyaring informasi. Penting bagi pemilih untuk tidak langsung mempercayai atau menyebarkan berita tanpa verifikasi. Sosialisasi juga menekankan bahwa penerimaan hadiah atau pemberian dari pasangan calon (paslon) bisa berpotensi melanggar aturan.
“Dari pengamatan saya, terutama kelompok perempuan itu dunianya sekarang lebih banyak di handphone. Semuanya ada dalam genggaman, bahkan baru bangun langsung lihat handphone. Dengan mudahnya akses informasi itu kami harap agar berhati-hati,” kata dia.
Sayangnya, Bawaslu mencatat bahwa masyarakat lebih sering membuka berita yang tidak terkait dengan Pilkada. Ketika menemukan berita Pilkada, mereka cenderung langsung memberikan komentar tanpa membaca isi beritanya terlebih dahulu, yang kerap memicu diskusi yang tidak konstruktif dan komentar-komentar yang menyinggung.
Melalui sosialisasi ini, Bawaslu berharap dapat meningkatkan kesadaran kelompok perempuan untuk lebih berperan aktif dan waspada dalam proses Pilkada, serta terhindar dari potensi pelanggaran. ***