BALIEXPRESS.ID-Polsek Kuta Utara akhirnya menggelar rapat mediasi antara Krama Adat Tegal Gundul dan pihak penyelenggara pariwisata Finns Beach Club pada Rabu (16/10/2024).
Dalam rapat tersebut, Kapolsek Kuta Utara AKP Yusuf Dwi Admodjo didampingi Waka Polsek dan para Kanit menerima langsung perwakilan dari masing-masing pihak.
Baca Juga: KPU Bangli Gencarkan Sosialisasi di Desa dan Kelurahan dengan Partisipasi Terendah
Pertemuan tersebut terkait peristiwa yang sedang viral di Bali yakni peristiwa kembang api Finns Beach Club yang dinyalakan saat Warga Hindu Banjar Tegal Gundul menggelar Upacara Mendak Dewata Dewati di Pantai Berawa, Kuta Utara, Badung, Minggu 13 Oktober 2024 pukul 19.00.
Dalam rapat sekaligus mediasi tersebut kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan cara kekeluargaan.
“Menyikapi beberapa waktu lalu video viral di mana pelaksaan kegiatan ibadah di pantai Berawa bertepatan dengan menyalanya kembang api, kami dari Polsek Kuta dan krama desa adat Tegal Gundul dan penyelenggara pariwisata sudah duduk bareng,” terang Kapolsek Kuta Utara AKP Yusuf Dwi Admodjo.
Baca Juga: Nomad Digital di Asia Tenggara; Ini Alasan Truly Travel eSIM Penting untuk Pekerjaan Jarak Jauh
Lebih lanjut, Kapolsek Yusuf Dwi menyatakan agar kegiatan ibadah dan pariwisata agar sama-sama berjalan dengan saling menghormati antar sesama.
Pihaknya juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan sebuah video diduga terjadi aksi intoleransi di Bali.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah umat Hindu sedang melakukan prosesi upacara di pinggir pantai.
Diduga upacara yadnya itu adalah untuk mendak dewata dewati yang dilakukan di Kawasan Pantai Berawa.
Namun saat umat Hindu sedang khusuk menjalankan prosesi keagamaan itu, di saat bersamaan ada pesta kembang api yang dihidupkan tepat di depan umat yang sedang bersembahyang.
Diduga pesta Kembang api tersebut berasal dari salah satu beach club yang ada di Berawa, Kuta Utara, Bali.
Upacara yang dipuput oleh Ida Rsi ini pun menjadi kurang hikmad lantaran terlihat terganggu dengan suara kembang api.
Editor : Wiwin Meliana