Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jogging Track Mulai Dikerjakan, Lari Akan Nyaman, Sepatu Tak Lagi Berdebu

Dian Suryantini • Jumat, 18 Oktober 2024 | 00:50 WIB

Desain jogging track yang akan dibangun di lapangan Bhuana Patra Singaraja.
Desain jogging track yang akan dibangun di lapangan Bhuana Patra Singaraja.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Matahari semakin condong ke barat. Di lapangan Bhuana Patra, Singaraja beberapa orang mulai berdatangan. Mereka akan berolahraga. Lari. Diantara mereka terdapat beberapa atlet pemula, ada pula masyarakat yang memang suka lari. Selain mereka, ada pula beberapa orang yang berkumpul di lambung barat dekat tribun penonton. Ada Kepala Dinas PUTR Buleleng, Direktur Perumda Tirta Hita Buleleng, Kepala Disdikpora Buleleng, Asisten Bupati, Sekda Buleleng, Pj. Bupati Buleleng, Kepala Diskominfosanti Buleleng, rekanan dari CV. Karya Sari Singaraja hingga beberapa pejabat lainnya.

Mereka berkumpul bukan tanpa alasan. Mereka melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan jogging track. Saat ini proyek tersebut baru memasuki tahap 1 dan baru mengerjakan lintasan jogging track serta saluran airnya atau drainase. Target penyelesaian tahap pertama dengan pemasangan paving dan drainase itu pada pertengahan bulan Desember 2024.

Penataan lapangan Bhuana Patra dengan pembangunan jogging track itu mendapat respon dari masyarakat. Salah satunya adalah Ayi Rizal. Ia bukan pelari hebat atau atlet professional. Ayi hanya hobi berlari. Kegiatannya berolahraga lari atau jogging telah dilakoni sejak tahun 2006. Dan salah satu tempat yang paling sering ia gunakan adalah lintasan di lapangan Bhuana Patra, Singaraja. Mendengar lintasan itu akan diperbaharui, Ayi terlihat senang dan bersemangat. Ia juga tak sabar ingin segera berolahraga di lintasan baru.

“Baguslah kalau akan diperbaiki. Jadi Singaraja ini punya tempat yang layak. Terutama di sini kan sering digunakan oleh atlet juga. Biar nyaman olahraganya,” kata dia, Kamis (17/10) sore.

Ayi yang konon sering berolahraga di lintasan itu bercerita, sebelum kondisi lapangan seperti saat ini, kondisi lapangan tidak rapi. Jalur lintasannya tidak rata dan lapangan banyak ditumbuhi rumput tinggi. Kondisi itu pun cukup mengganggu pengguna lapangan. Bahkan, sepatu yang digunakan jadi cepat rusak karena harus menyesuaikan dengan kondisi lintasan.

“Apalagi kalau hujan genangannya dimana-mana. Batu-batunya agak besar. Kalau kesandung, jatuh, ya gak nyaman pasti. Itu dulu. Kalau panas ya berdebu. Mau sehat nanti malah asma. Kalau sekarang sudah cukup bagus. Apalagi kalau mau dipercantik lagi, olahraga jadi lebih nyaman,” ungkapnya.

Panjang lintasan yang akan dibangun itu mencapai 428 meter menggunakan paving. Sedangkan lebarnya sekitar 5 meter. Pihak rekanan dari CV. Sari Karya Singaraja pun berupaya mewujudkan lintasan itu dalam waktu 60 hari kerja, dengan anggaran hampir Rp 1 miliar. “Ini sudah disesuaikan dengan perencanaan awal bersama dinas,” ujar Nyoman Sugandi, dari CV. Karya Sari, Singaraja.

Paving yang akan dipasang untuk lintasan jogging track
Paving yang akan dipasang untuk lintasan jogging track

Jogging track tersebut juga akan dilengkapi dengan lampu penerangan untuk memungkinkan aktivitas pada malam hari, serta sejumlah titik istirahat dengan kursi dan tempat minum. Fasilitas ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman berolahraga yang menyenangkan dan aman bagi semua kalangan, mulai dari pelari pemula hingga atlet profesional.

“Itu nanti dikerjakan di tahap II. Tribun, air mancur, penerangan yang pakai panel surya. Tetap ada lampu konvensional juga. Wifinya diperkuat,” ungkap Kepala Dinas PUTR Buleleng, Putu Adiptha Eka Putra.

Kenyamanan pengguna lapangan ini juga sangat diperhitungkan. Di samping lintasan jogging track yang akan disulap jadi nyaman, beberapa hal lainnya juga akan diperbaharui. Seperti akses masuk yang dirancang ramah difabel, serta sudut terapi yang dapat dimanfaatkan oleh lansia. “Kalau yang sekarang kan gak layak untuk mereka, tangganya tinggi. Akan kami desain biar smoth,” kata Adiptha.

Jika pembangunan tahap II yang konon membutuhkan anggaran Rp 5 miliar itu bisa terlaksana, maka bisa dibayangkan seberapa nyaman lapangan itu. Tamanisasi dengan pohon-pohon bunga tabebuya selayaknya bunga Sakura di Jepang, tribun yang lebih representatif, hingga sudut skatepark yang selama ini diimpikan para penggemar skateboard.

“Itu butuh proses. Polanya akan diatur juga. Jadi nanti multifungsi lapangan ini. Green dan ramah lingkungan,” imbuh Adiptha.

Sudut skatepark dan mural yang akan dirancang untuk melengkapi kawasan jogging track.
Sudut skatepark dan mural yang akan dirancang untuk melengkapi kawasan jogging track.

Harapan penataan lapangan Bhuana Patra yang lebih cantik tidak hanya datang dari masyarakat maupun atlet. Ketua KONI Buleleng, Ketut Wiratmaja juga memiliki harapan besar terhadap proyek ini. Pembangunannya pun diharapkan tidak jauh berbeda dari desain yang diwacanakan, sehingga impian Buleleng untuk memiliki jogging track yang layak terwujud.

“Dengan lapangan dan lintasan yang layak, juga membantu mendukung performa atlet-atlet Buleleng dalam berlatih,” ujarnya.

Selama pengerjaan proyek tahap pertama ini, lapangan tidak akan ditutup. Masyarakat masih tetap bisa menggunakan lapangan sesuai dengan kebutuhan olahraga yang dilakukan. ***

 

Editor : Dian Suryantini
#koni buleleng #putr #jogging track #buleleng