SINGARAJA, BALI EXPRESS - Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) berencana melakukan pengembangan Sistem Navigasi Akses Pemanfaatan Layanan dan Informasi Terintegrasi (Singa Pinter). Program Singa Pinter bertujuan untuk mengoptimalkan akses informasi publik secara efektif dan efisien, dengan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan publik yang sebelumnya terfragmentasi.
Kepala Diskominfisanti Buleleng, Ketut Suwarmawan berharap, layanan Singa Pinter dapat diterapkan di berbagai instansi pemerintah untuk mendukung layanan publik berbasis digital yang transparan dan efisien.
“Paling tidak sebelum akhir tahun, aplikasi ini bisa direalisasikan,” ujarnya singkat, Jumat (18/10).
Pengembangan Singa Pinter bertujuan untuk mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat terkait banyaknya sistem layanan yang terpisah. Saat ini, terdapat 44 aplikasi layanan terpisah yang membingungkan masyarakat. Sebagai langkah awal, lima layanan utama akan diintegrasikan, yaitu Layanan Kependudukan (Aku Online-NG), Layanan Perizinan (SiAjaib), Pariwisata (Visit North Bali), Layanan Pendidikan (DAPODIK), dan Layanan Sosial (GCT).
Sistem ini diharapkan mampu memberikan solusi layanan publik yang cepat, praktis, dan gratis, serta mendukung transparansi dan efisiensi. Implementasi Singa Pinter juga akan didukung oleh infrastruktur dan fasilitas internet yang memadai, serta komunikasi aktif antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan hadirnya Singa Pinter, masyarakat Kabupaten Buleleng diharapkan dapat menikmati layanan publik yang lebih mudah diakses, sehingga turut meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. ***
Editor : Dian Suryantini