Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dikenal Sebagai Aktivis Reformasi 1998, Pria Asal NTB Ini Jabat Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman: Ini Sosoknya

Nyoman Suarna • Senin, 21 Oktober 2024 | 22:49 WIB
WAMEN: Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman adalah mantan aktivis Reformasi 1998 yang berasal dari NTB.
WAMEN: Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman adalah mantan aktivis Reformasi 1998 yang berasal dari NTB.

BALIEXPRESS.ID – Pria asal NTB ini kini menjabat sebagai Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam kabinet Presiden Prabowo.

Namanya Fahri Hamzah,  lahir di Utan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 10 Oktober 1971.

Latar belakang pendidikannya dimulai di sekolah Muhammadiyah di Sumbawa, sebelum melanjutkan ke Universitas Mataram (UNRAM), tempat ia menempuh studi di Fakultas Pertanian selama dua tahun.

Namun, perjalanan akademisnya berlanjut ke Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) pada tahun 1992, tempat ia lulus dan kemudian menjadi staf Pimpinan Program Extension di kampus tersebut.

Fahri mulai dikenal luas saat reformasi 1998, terutama ketika ia mendirikan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan menjadi ketua umumnya yang pertama.

Organisasi ini menjadi salah satu pendorong penting dalam upaya menurunkan rezim Orde Baru di bawah Presiden Soeharto.

Setelah reformasi, ia melanjutkan kariernya di dunia politik dengan menjadi staf ahli MPR hingga 2002, sebelum terjun ke politik praktis melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dalam Pemilu 2004, Fahri terpilih sebagai anggota DPR dari dapil NTB dan terus menduduki kursi DPR selama tiga periode berturut-turut.

Puncaknya, pada periode 2014-2019, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Kiprahnya di berbagai komisi DPR, seperti Komisi VI, III, dan VII, menambah portofolio pengalamannya dalam politik nasional.

Kini, sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah mendapat kepercayaan dari Presiden Prabowo Subianto untuk mendampingi Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Penunjukan ini sejalan dengan keterlibatannya dalam satgas bidang perumahan yang dibentuk oleh Prabowo.

Kementerian yang dipimpin oleh Maruarar ini merupakan hasil pemisahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada era Presiden Jokowi.

Sebagai Wakil Menteri, Fahri Hamzah memainkan peran penting dalam implementasi program 3 juta rumah yang menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran.

Program ini bertujuan untuk menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), kaum milenial, serta generasi muda lainnya.

Fahri juga memiliki tugas untuk mendukung berjalannya sistem perumahan seperti SiKasep (Sistem Kredit Sejahtera untuk Perumahan) dan SiKumbang (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang).

Salah satu aspek penting lainnya adalah penerapan teknologi ramah lingkungan dan tahan gempa untuk perumahan subsidi, termasuk bangunan hijau dan pintar.

 Di sektor investasi, Fahri bertanggung jawab dalam mendorong partisipasi swasta di perumahan subsidi agar pengadaan dan pembiayaannya tidak lagi bergantung pada anggaran negara (APBN).

Selain itu, program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) juga menjadi salah satu prioritas yang harus diselesaikan oleh Fahri, terutama dalam menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan seperti pekerja, pengusaha, dan pemberi kerja.

Dengan pengalaman politik yang luas dan keterlibatannya dalam berbagai kebijakan strategis, Fahri Hamzah diharapkan mampu membantu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk mewujudkan harapan masyarakat, terutama kaum muda, dalam memiliki hunian pertama yang layak dan terjangkau.

Editor : Nyoman Suarna
#perumahan #Kawasan Pemukiman #reformasi #ntb #wakil menteri #aktivis