Ketua Bali Tourism Board Beri Pesan Pada Menteri Pariwisata Baru, Harapkan Dukungan Penuh untuk Bali
Rika Riyanti• Selasa, 22 Oktober 2024 | 23:35 WIB
KETUA BTB: Ketua Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adnyana atau yang akrab disapa Gus Agung minta kaporkan wisatawan asing.
BALIEXPRESS.ID - Ketua Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adnyana, menyampaikan harapannya terhadap kepemimpinan baru di Kementerian Pariwisata, khususnya Wakil Menteri Pariwisata yang berasal dari Bali, Ni Luh Puspa.
Dalam wawancara pada Selasa (22/10), Partha menekankan pentingnya program promosi pariwisata internasional yang lebih produktif dan dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk kemajuan pariwisata Bali.
“Ya Bali sebagai epicentrum pariwisata di Indonesia, paling tidak (kami pelaku pariwisata) pengen tahu dulu apa program (Menteri Pariwisata) yang baru ini?” ujar pria yang akrab disapa Gus Agung ini.
Pasalnya, Ia mengkritik kurangnya produktivitas promosi selama ini dan berharap Kementerian Pariwisata dapat lebih aktif dalam mempromosikan Bali di pasar internasional.
Gus Agung juga menyoroti pentingnya promosi yang lebih efektif dan terarah ke pasar internasional, serta mengingatkan bahwa pemotongan anggaran di masa lalu telah menghambat upaya promosi.
“Kita kemarin kurang karena anggaran dipotong dan lain sebagainya. Jadi agar tidak ada pemotongan anggaran itu, (promosinya) sesuai dengan budget yang diharapkan,” ujarnya.
Mengenai pemerataan pariwisata di Bali, khususnya terkait rencana pembangunan Bandara Bali Utara, Gus Agung menilai moratorium pembangunan sudah cukup efektif untuk mendorong wisatawan beralih ke daerah di luar Bali Selatan.
"Saran saya sih dengan moratorium saya pikir udah cukup menyebarkan ya. Jadi Bali Selatan ditutup, jadi orang buka usaha di luar Bali Selatan gitu, itu sementara aja mungkin lebih efektif,” katanya.
Gus Agung juga menyinggung pentingnya sertifikasi untuk meningkatkan standar pariwisata, termasuk dalam hal keamanan, yang dinilainya belum optimal, khususnya pada wisata laut.
"Keamanan kan bukan hanya hotel saja, tapi juga di marine ya itu kan belum standar. Nah, itu ditingkatkan jadi itu tugas pemerintah pusat itu, di Kementerian Pariwisata," tuturnya.
Lebih lanjut, Gus Agung menggarisbawahi pentingnya pemerintah pusat lebih fokus pada promosi wisatawan mancanegara yang berkualitas.
"Sekarang cari (wisman) yang berkualitas saja, caranya ya salah satu sertifikasi Kementerian," tegasnya.
Menanggapi kondisi pariwisata Bali saat ini, Gus Agung menyebut Bali telah mencapai kapasitas maksimalnya dalam hal infrastruktur dan jumlah wisatawan.
Karenanya, alih-alih meningkatkan kedatangan wisman, ia jauh lebih berharap Kementerian Pariwisata yang baru ini dapat mendatangkan wisman yang berkualitas dan promosi yang lebih baik bagi Bali, dengan ditopang infrastruktur yang lebih mumpuni.
"Dengan infrastruktur seperti sekarang kita sudah on the top, sudah 90%, 95%, kecuali ada infrastruktur baru, ada tol, ada penambahan runway pesawat dan sebagainya. Itu yang mungkin bisa tingkatkan,” sarannya.
Dengan kondisi saat ini, Gus Agung berharap adanya promosi yang lebih terarah dan peningkatan koordinasi antar departemen untuk menangani isu-isu seperti kemacetan dan sampah.
"Kemacetan kan departemen yang lain tugasnya. Ya harapannya berkoordinasilah,” ucapnya.(***)