SINGARAJA, BALI EXPRESS – Punggung Kadek Agus Wijaya kini penuh dengan tato. Pemuda asal Dusun Sumberbatok, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, itu baru saja menyelesaikan tato wajah Joko Widodo, Presiden ke-7 RI. Video yang diterima koran Bali Express (Jawa Pos Group) memperlihatkan, gambar Jokowi yang terpampang di punggung kanan. Sosok Jokowi dilukis dari bagian wajah hingga sebahu dengan mengenakan busana adat Bali.
Agus menggambar sosok Jokowi di tubuhnya sebagai rasa syukur atas penerbitan sertifikat tanah yang ditunggu bertahun-tahun. Kendati demikian Agus masih belum memberikan komentarnya terkait tato tersebut. Namun, dari aksi yang dilakukannya, tentu saja selain rasa syukur, ia juga membuat tato itu sebagai kenangan bahwa di era Jokowi, ia mendapat kejelasan status dari tanah yang ia tempati.
Baca Juga: Warga Sumberklampok Histeris Terima Sertifikat Tanah Hak Milik
Jauh sebelum tato Jokowi itu, ia telah menyelesaikan tato sertifikat. Tato itu dibuat dua hari sebelum ia menerima fisik sertifikat. Pria berusia 33 tahun ini mengabadikan momen bersejarah tersebut melalui tato yang menggambarkan sertifikat tanah miliknya beserta peta lahan HGU (Hak Guna Usaha) di Desa Sumberklampok. Tato tersebut menghiasi punggung sebelah kirinya, lengkap dengan gambar cover sertifikat dan lambang negara Garuda Pancasila.
“Ini bagian dari sejarah Sumberklampok, dan bentuk rasa syukur saya. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Saya harap, nanti anak cucu saya bisa melihat tato ini sebagai bukti perjuangan kami,” ujar Agus, usai menerima fisik sertifikat pada 18 Mei 2021.
Baca Juga: Warga Sumberklampok Ungkapkan Kebahagiaan dengan Tato Sertifikat
Tidak hanya tato sertifikat, tubuh Agus dipenuhi oleh berbagai tato lainnya, mulai dari dada, punggung, lengan, hingga kaki. Tato pertamanya dibuat pada tahun 2010, ketika ia baru lulus SMA. Tato tersebut bergambar logo band Avenged Sevenfold, meskipun tidak selesai karena kendala saat proses pengerjaan. Di tengkuknya, terdapat tato huruf Jepang yang menurutnya melambangkan keberuntungan. “Ada banyak cerita pada setiap gambar yang ada di tubuh saya,” kata dia malu-malu saat itu. ***
Editor : Dian Suryantini