BALIEXPRESS.ID - Sebuah insiden nahas dialami pejabat dan tim audit dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Direktorat Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan (PPSDP), di perairan Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, pada Kamis (24/10/2024).
Sembilan orang, termasuk sejumlah pejabat dan tim audit dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Direktorat Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan (PPSDP), terjun ke laut setelah banana boat yang mereka tumpangi terbalik saat perjalanan meninjau keramba lobster.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 09.15 WITA di kawasan Pantai Tembles.
Para penumpang awalnya berencana memeriksa keramba lobster yang terletak di tengah laut, namun perahu yang mereka gunakan sempat gagal berlayar karena ombak tinggi.
Akhirnya, mereka memutuskan menggunakan banana boat yang telah dimodifikasi untuk menuju lokasi tujuan.
Sayangnya, dalam perjalanan, banana boat tersebut terbalik setelah diterjang ombak besar.
Akibat insiden ini, seluruh penumpang tercebur ke laut. Dalam proses penyelamatan, ditemukan satu orang korban, Rohana Hidayati (40), seorang anggota tim dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), dalam kondisi tidak sadarkan diri di bawah banana boat. Rohana segera dilarikan ke RSUD Negara sebelum dirujuk ke RS Sanglah Denpasar.
Kapolsek Mendoyo, Kompol I Dewa Gede Artana, mengonfirmasi kejadian tersebut pada Jumat (25/10/2024).
“Benar ada peristiwa tersebut, ada satu korban bernama Rohana. Saat ini kondisinya dilaporkan sudah membaik,” ujarnya.
Selain Rohana, delapan penumpang lain yang berada di atas banana boat tersebut adalah I Gusti Komang Wiradana (nahkoda), I Gede Cakra Adnyana, Ahmad Rojikin, Sony (Direktur PT. Gajaya), Fajar (Koordinator PT. Gajaya), serta beberapa anggota tim audit dari KPK dan Itjen KKP.
Insiden ini menjadi perhatian serius, mengingat peran para pejabat dan tim audit dalam mengawasi dan memastikan kelancaran pengelolaan sumber daya laut di wilayah tersebut. (*)
Editor : Nyoman Suarna