BALIEXPRESS.ID- Video viral yang menampakkan aksi pemangkasan rambut siswa oleh seorang guru SMK Negeri di Buleleng ditanggapi oleh Senator Arya Wedakarna.
Melalui media sosialnya, Arya Wedakarna mengunggah aksi pemangkasan rambut yang dilakukan oleh seorang guru wanita terhadap siswanya.
Baca Juga: APK Paslon di Billboard Bangli Belum Ditertibkan, KPU Alasan Terkendala Peralatan
AWK menyebut bahwa kejadian itu terjadi di SMK N 2 Singaraja dan akan segera menindaklanjuti.
“Komite I Bidang hukum DPD RI menerima laporan ada pemaksaan potong rambut diduga di @smkn2_singaraja, segera ditindaklanjuti,” tulis AWK dikutip pada Sabtu (26/10/2024).
AWK menyayangkan tindakan guru memotong paksa rambut siswa yang tidak sesuai aturan dengan cara tersebut.
Sebaiknya menegur siswa dengan cara humasi dan dialogis tanpa harus menyentuh fisik agar tidak melanggar Undang-undang.
Baca Juga: International Golo Mori Jazz Hadirkan Eksotisme Pesona Alam Timur Indonesia dan Musik yang Romantis
Pihaknya juga mengaku akan segera datang ke sekolah tersebut untuk meminta klarifikasi.
“AWK segera datang ke sekolah itu dan meminta penjelasan pihak sekolah sehingga ada informasi 2 arah,” tulisnya.
Sementara berbeda dengan warganet yang justru mendukung aksi guru tersebut.
Menurut warganet hal tersebut adalah salah satu bentuk pendisiplinan anak-anak sekolah.
“Anak tahun 90-an ngakak liat begini, udah jadi tradisi. Tolong apa-apa jangan langsung nyalahin gurunya tabayun dulu tanya kenapa begitu? Sudah ada tegoran belum?” tulis akun @ilhambrahmantyo.
“Kalau mau gondrong di sekolahan, buka sekolah sendiri aja, belajar sendiri. Namanya sekolah ada aturannya harus diikutin. Kala dr jaman sekolah aturan aja dilanggar, gimana di kehidupan bermasyarakat nanti,” tulis akun @daunjeruk16.
Baca Juga: Pensiunan ASN Bangli Jadi Tersangka Pelecehan Seksual, Alasan Hanya Bercanda
“Dikasi tegurn tidak digubris, giliran ditindak nyalahin gurunya, lapor sini situ, ci sehat ne man?” tulis akun @yogi_hermawan15.
Sementara itu, Ketua PGRI Buleleng, I Putu Eka Wilantara, menanggapi video yang viral ini dengan menekankan pentingnya aturan dan tata tertib di sekolah yang telah disepakati seluruh warga sekolah, termasuk orang tua murid melalui komite sekolah.
Menurut Eka, aturan ini tercantum dalam buku saku siswa yang menjadi pedoman dalam berpenampilan.
“Kami akan mencari informasi lebih lanjut terkait kejadian ini. Tapi secara umum, sekolah memiliki kewenangan untuk menegakkan tata tertib yang disepakati bersama,” ujar Eka.
Editor : Wiwin Meliana