Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pasca Pengeroyokan Buruh NTT; Tokoh Masyarakat Bakbakan dan Flobamora Gianyar Bertemu, Ini Harapannya

Wiwin Meliana • Sabtu, 26 Oktober 2024 | 16:43 WIB

Tokoh Masyarakat Bakbakan dan Flobamora Gianyar Bertemu
Tokoh Masyarakat Bakbakan dan Flobamora Gianyar Bertemu

BALIEXPRESS.ID-Sejumlah tokoh masyarakat dari Desa Bakbakan, Gianyar menggelar pertemuan dengan perwakilan Flobamora Gianyar.

Hal ini terkait dengan kasus pengeroyokan seorang buruh proyek bernama Dedianus Kalaiyo asal Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur hingga meninggal.

Aksi pengeroyokan itu terjadi setelah video bernada SARA viral di media sosial.

Baca Juga: Nikita Mirzani Semprot Najwa Shihab Usai Sebut Jokowi Nebeng TNI AU; Sok Kepintaran!

Dalam video yang diunggah oleh akun @polresgianyar, kedua belah pihak menyampaikan permohonan maaf atas kasus yang telah terjadi.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Bakbakan yang menjadi lokasi pengeroyokan itu pun meminta maaf.

Pihaknya berharap agar tidak ada lagi kejadian tersebut.

“Kami berharap seluruh masyarakat Gianyar dan masyarakat Bali tidak akan mengulangi kejadian ini. Kami memohon maaf atas tindakan dari masyarakat Kami,” jelas salah satu tokoh masyarakat Bakbakan dikutip pada Sabtu (26/10/2024).

Pihaknya pun berjanji akan meredam masyarakat agar tidak terjadi lagi gesekan-gesekan antara masyarakat lokal dan juga pendatang.

Baca Juga: Kunjungan Didominasi Wisdom, Strategi Pemkot Denpasar Tingkatkan Potensi di Sektor Pariwisata

Pihaknya pun menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib.

“Proses hukum ini kami sepenuhnya serahkan ke Polres Gianyar,” ungkap salah satu tokoh masyarakat.

Sementara itu perwakilan tokoh Flobamora Gianyar mengungkap rasa sedihnya akibat kejadian yang menyebabkan kematian warganya.

Pihaknya pun meminta maaf atas tindakan-tindakan anggotanya yang akhir-akhir ini kerap membuat onar.

Pihaknya pun meminta agar warga NTT dan khususnya Sumba Barat agar menjaga prilakunya sehingga tidak merugikan orang lain.

“Saya harap kejadian ini tidak terulang kembali,” jelas perwakilan Flobamora.

Baca Juga: Viral Najwa Shihab Sebut Jokowi Nebeng Pesawat TNI AU, Akun IG Diserang Warganet

Pihaknya pun tak ingin kejadian ini berimbas kepada warga NTT yang memang sungguh-sungguh mencari kerja di Bali.

“Adik-adik yang masih cari kerja, kuliah di sini agar tidak kena imbas akibat kejadian ini. Mari kita fokus cari kerja saja,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, kepolisian Resor Gianyar menetapkan 10 orang tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan seorang buruh proyek bernama Dedianus Kalaiyo asal Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, setelah video bernada SARA viral di media sosial.

Kepala Kepolisian Resor Gianyar Ajun Komisaris Besar Polisi Umar mengatakan, selain 10 orang warga, penyidik Satreskrim Polres Gianyar juga menetapkan seorang pelaku pengunggah video bernada SARA di TikTok bernama Mayanto Jaha Bengo alias Yanto sebagai tersangka.

Baca Juga: Tak Hanya Oknum ASN Pemkab Bangli, Polisi Duga Ada Dalang Utama di Balik Penipuan Tenaga Kontrak Pemprov Bali

"Kami telah mengamankan 10 orang yang diduga pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,," kata Umar, Jumat (25/10).

Kapolres menyebutkan 10 dari 11 orang tersangka kasus penganiayaan itu merupakan warga di wilayah Banjar Angkling, Desa Adat Bakbakan, Gianyar, Bali.

 

Editor : Wiwin Meliana
#flobamora #tokoh masyarakat #pengeroyokan #gianyar #ntt