BALIEXPRESS.ID - Kabar duka menyelimuti masyarakat Klungkung. Dewa Gede Sena, mantan Wakil Bupati Klungkung, menghembuskan napas terakhirnya. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi sahabat dan rekan politik yang mengenalnya dengan baik.
Salah satu sahabat dekatnya, I Wayan Buda Parwata, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam. Buda Parwata mengenang bagaimana almarhum sepengetahuannya memulai karier politiknya di PDIP bersama rekan seperjuangan yang kini menjadi Sekretaris Partai Hanura, Putu Sri Handayani.
"Sejak menjabat sebagai Wakil Bupati, beliau memang kritis dan sangat terbuka dengan para wartawan. Beliau sangat aktif mempromosikan ide agar ada kasino di Nusa Penida, dengan tujuan agar nama Nusa Penida dikenal luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia," ujar Buda Parwata.
Ia menambahkan, Dewa Sena sangat getol memperjuangkan kemajuan pariwisata di Nusa Penida, terutama saat sektor tersebut belum berkembang pesat seperti saat ini.
Hingga saat ini, ia mengaku belum percaya jika Dewa Sena telah berpulang. Sebab ia masih sempat bertemu almarhum saat kampanye Koster-Giri dan Satria- TjokSurya di Nusa Penida dan mengabadikan momen tersebut.
“Beliau tiba-tiba meminta foto bersama sambil duduk di pangkuan saya. Setelah kampanye, kami satu mobil menuju lokasi wisata di Penida, bersama rombongan Pak Koster,” kenangnya.
Kabar kepergian Dewa Sena awalnya disampaikan salah seorang temannya yang menghubungi Buda Parwata untuk mengabarkan berita duka tersebut lewat telepon. Merasa tidak percaya, Buda Parwata segera menghubungi keluarga almarhum di Kusamba untuk memastikan kabar itu, dan mendapat konfirmasi bahwa Dewa Sena benar telah meninggal dunia.
Buda Parwata mengungkapkan bahwa sebelumnya almarhum tidak pernah menunjukkan tanda-tanda sakit atau keluhan apa pun. Bahkan, dalam kunjungan terakhir di Crystal Bay, Penida Sakti, almarhum tampak sehat dan bersemangat.
Selain dikenal sebagai sosok yang kritis dan terbuka, Dewa Sena juga merupakan pemimpin yang peduli pada kesejahteraan masyarakat Klungkung. Salah satu tokoh yang mengenalnya dengan baik, I Wayan Mastra, yang saat ini merupakan anggota DPRD dari Fraksi Hanura, juga menyampaikan kesannya terhadap almarhum.
“Beliau sudah menjadi sahabat sejak sebelum menjabat sebagai anggota dewan hingga berhasil menjadi Wakil Bupati mendampingi almarhum Tjok Ngurah,” ujar Mastra.
Menurut rencana, jenazah Dewa Sena akan dibawa pulang ke rumah duka di Kusamba pada 1 November. Selanjutnya, prosesi kremasi akan dilaksanakan pada 3 November di Kenangga, Sampalan.
Kepergian Dewa Gede Sena meninggalkan jejak kenangan yang mendalam bagi masyarakat Klungkung, terutama bagi mereka yang pernah merasakan dedikasinya dalam memajukan daerah tersebut. Sosoknya yang kritis dan penuh semangat akan selalu dikenang. (*)