BALIEXPRESS.ID-Sebuah video yang menunjukkan tindakan seorang guru mencukur rambut siswa di SMKN 2 Singaraja mendadak viral di media sosial, memicu berbagai perbincangan di kalangan warganet.
Video tersebut menampilkan penegakan disiplin terhadap siswa yang dianggap indisipliner.
Tindakan guru, berinisial S, dilakukan pada Senin (21/10/2024) terhadap siswa berinisial A, yang merupakan murid jurusan kuliner.
Baca Juga: Bank BPD Bali Cetak Laba Tinggi dan Kuatkan Komitmen Hijau untuk Bali
Video ini awalnya diunggah oleh anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, dan menimbulkan reaksi beragam di dunia maya.
Namun, banyak warganet yang mendukung tindakan tersebut, menganggapnya sebagai bentuk penegakan aturan sekolah.
Kepala SMKN 2 Singaraja, Ni Ketut Wisiani, mengonfirmasi bahwa tindakan ini merupakan langkah penegakan disiplin yang telah melalui prosedur yang benar.
Menurutnya, siswa telah diingatkan selama dua minggu sebelumnya untuk merapikan rambutnya, dan tindakan mencukur tersebut sesuai dengan SOP sekolah.
Baca Juga: Dinas Pertanian Bali Siap Wujudkan Swasembada Pangan dengan Pompanisasi Sawah
Wisiani menjelaskan bahwa penegakan disiplin terkait kerapian rambut penting untuk mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja, mengingat SMKN 2 Singaraja adalah sekolah vokasi yang fokus pada kebutuhan industri.
Setelah video viral, Wisiani melakukan konfirmasi dengan guru, siswa, dan orang tua untuk mendapatkan klarifikasi mengenai peristiwa tersebut.
Dari penjelasan siswa, ia mengaku meminta teman untuk merekam momen tersebut dan membagikannya ke grup kelas sebelum melaporkan tindakan gurunya kepada Arya Wedakarna.
Meski viral, orang tua siswa mendukung tindakan guru sebagai bagian dari tanggung jawab pendidikan.
Guru yang terlibat mengungkapkan bahwa saat melakukan pencukuran, suasana tidak tegang dan ada unsur bercanda.
Dia juga tidak menyadari bahwa tindakannya direkam. Saat ini, siswa hanya mendapatkan pembinaan dan tidak dikenakan sanksi berat.
Wisiani menekankan pentingnya sosialisasi mengenai aturan dan tata tertib kepada siswa dan orang tua.
Ia menyayangkan video tersebut menjadi viral, karena bisa menimbulkan banyak persepsi negatif di masyarakat.
Ia mengajak pihak yang tidak setuju untuk berdialog langsung dengan sekolah, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam pendidikan.
Editor : Wiwin Meliana