BALIEXPRESS.ID - Ketua Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adnyana atau Gus Agung, menanggapi pernyataan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati terkait rencana melanjutkan program wisata halal di Bali.
Menurut Gus Agung, Bali perlu berhati-hati dalam menyikapi wacana wisata halal, mengingat karakteristik Bali yang berbasis budaya Hindu dan telah dikenal dunia.
Dalam keterangannya, Gus Agung menyatakan bahwa Bali telah memiliki citra kuat sebagai destinasi wisata dengan keragaman budaya dan tingkat toleransi yang tinggi.
Baca Juga: Yuk Tetap Sehat di Musim Pancaroba Dengan Beberapa Tips Berikut
Oleh karena itu, menjaga keseimbangan antara inovasi layanan wisata dan penghormatan terhadap nilai-nilai lokal sangatlah penting.
"Pembahasan mengenai wisata halal di Bali perlu disikapi dengan cermat, mengingat karakteristik Bali sebagai destinasi wisata berbasis budaya Hindu yang unik dan telah mendunia. Bali sudah memiliki citra yang kuat sebagai destinasi dengan keragaman budaya dan toleransi yang tinggi, sehingga penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan antara inovasi layanan wisata dan penghormatan terhadap nilai-nilai lokal," ujar Gus Agung, Jumat (1/11).
Ia menjelaskan, wisata halal dapat menjadi peluang positif untuk memperluas segmen pasar wisatawan, terutama dari negara-negara dengan mayoritas Muslim yang membutuhkan fasilitas ramah halal, seperti makanan, akomodasi, dan tempat ibadah.
Baca Juga: Kenaikan Harga Beras hingga Minyak Goreng, Bali Alami Inflasi Tahunan 2,51 Persen
Namun, pendekatan dalam pengembangan wisata halal ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tetap menghormati budaya lokal dan tidak mengubah identitas Bali.
"Wisata halal dapat menjadi peluang positif untuk memperluas segmen pasar wisatawan, khususnya dari negara dengan mayoritas Muslim, yang membutuhkan fasilitas ramah halal seperti makanan, akomodasi, dan tempat ibadah. Namun, dalam konteks Bali, pendekatannya perlu dilakukan dengan hati-hati, menjaga agar pengembangan fasilitas halal ini tetap menghargai budaya lokal dan tidak mengubah identitas Bali yang sudah dikenal dunia," tambahnya.
Gus Agung menekankan bahwa jika wisata halal akan dilanjutkan di Bali, sebaiknya hanya sebagai fasilitas tambahan tanpa mengubah konsep utama pariwisata Bali yang berfokus pada budaya.
Baca Juga: TRAGIS Lomba Kuat-Kuatan Nyelam Bareng Teman, Bule Rusia Tewas di Kolam Renang Villa di Bali
Dengan demikian, Bali tetap bisa menarik wisatawan dari berbagai segmen tanpa mengabaikan keunikan dan kearifan lokal yang menjadi daya tarik utamanya.
"Bila wisata halal akan dilanjutkan di Bali, sebaiknya dikemas sebagai fasilitas tambahan tanpa mengubah konsep utama pariwisata Bali. Dengan pendekatan ini, Bali tetap dapat menarik wisatawan dari berbagai segmen tanpa mengabaikan keunikan dan kearifan lokalnya," ujar Gus Agung.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara inovasi pariwisata halal dan pelestarian budaya Bali agar keberagaman di Bali tetap terjaga sebagai daya tarik utama yang diminati wisatawan.
Baca Juga: Perlu Tindakan Tegas, Pj. Gubernur Bali Pimpin Rapat Membahas Kasus Finns Beach Club
"Intinya, keseimbangan antara inovasi pariwisata halal dan pelestarian budaya Bali sangat penting agar semua pihak merasa dihargai dan keberagaman Bali tetap terjaga sebagai daya tarik utamanya," tutup Gus Agung.
Pernyataan Gus Agung ini muncul di tengah pernyataan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati yang mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan untuk menghentikan wisata halal di Bali.
“So far belum ada pembahasan untuk tidak melanjutkan (wisata halal Bali),” kata Ni Luh Puspa di Senayan, Rabu (30/10).(***)
Editor : Rika Riyanti