BALIEXPRESS.ID- Selain Hujan Es, Bulan November di Kabupaten Tabanan juga diwarnai oleh bencana alam.
Sejak Jumat hingga petang, kabupaten Tabanan yang diguyur hujan deras menyebabkan tujuh pohon tumbang dan satu bencana tanah longsor.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan I Nyoman Srinadha Giri, menyebutkan ada delapan peristiwa yang terjadi di Tabanan akibat hujan deras.
"Sejak pagi hingga petang ini, kami mencatat ada delapan laporan yang kami tangani di awal November 2024 ini. Baik pohon tumbang dan tanah longsor," jelasnya Jumat (1/11).
Delapan bencana tersebut dijelaskan Srinadha Giri terjadi di beberapa lokasi di Kabupaten Tabanan, mulai dari Kecamatan Pupuan hingga Kecamatan Kediri.
Di Kecamatan Pupuan, pohon Nyantuh tumbang hingga menutup akses jalan.
Di Pura Beji, Banjar Bongan Kelod, Desa Bongan, pohon bambu tumbang dan menghalangi akses warga menuju pura.
Di Terminal Kediri, Banjar Taman Sari Anyar, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, juga terjadi pohon tumbang hingga menimpa atap rumah warga.
selanjutnya di Banjar Demung, Desa Demung, Kecamatan Kediri, pohon sentul tumbang hingga menutupi jalan.
Di Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, yang berbatasan dengan Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung, pohon waru tumbang hingga menimpa pelinggih Pura Anyar.
Selain itu, BPBD Tabanan juga menangani pohon tumbang yang menimpa rumah dan garasi milik Eka Puspita di Perumahan BCA Multi Jadi Blok 9.
Untuk peristiwa tanah longsor terjadi di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, akibat longsor ini, bangunan bale Bali milik warga tertimbun tanah.
"Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materil saja. untuk itu, kami imbau agar masyarakat tetap waspada dan segera melapor ke kami jika ingin mendapatkan penanganan segera," ungkap Srinadha Giri.
Namun demikian, tim BPBD diakuinya harus bekerja ekstra sehingga petugas dibagi menjadi beberapa tim untuk menangani bencana alam tersebut.
Editor : IGA Kusuma Yoni