Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Karya Agung Panyejeg Jagat di Pura Agung Kentel Gumi ; Mewujudkan Keseimbangan Alam Semesta, Diisi dengan Melasti ke Segara Watu Klotok

I Dewa Gede Rastana • Selasa, 5 November 2024 | 19:44 WIB
Manggala Utama Karya, Cokorda Gede Brasika Putra.
Manggala Utama Karya, Cokorda Gede Brasika Putra.

BALIEXPRESS.ID - Pura Agung Kentel Gumi, yang berlokasi di Desa Tusan, Banjarangkan, Klungkung, akan melaksanakan upacara Karya Agung Panyejeg Jagat Manca Desa, Tawur Panca Bali Krama, dan Ngusaba Jagat yang puncaknya berlangsung pada Sabtu, 16 November 2024 atau tepat pada Purnama Kalima.


Pura Agung Kentel Gumi sendiri merupakan Pura Puseh Jagat Bali, salah satu dari Tri Guna Pura atau Kahyangan Tiga Bali bersama Pura Batur dan Pura Besakih. Berbagai ritual telah dilaksanakan serangkaian karya agung ini, dimulai dari Matur Piuning pada 3 September 2024.


Selain itu salah satu prosesi penting yang akan berlangsung prosesi Melasti pada Kamis (7/11/2024) ke Segara Watu Klotok bersama Ida Sesuhunan Pura Pasar Agung. Pelaksanaan kegiatan Melasti, Labuh Gentuh, Segara Kertih, Mepekelem di Segara Batu Klotok dimulai sejak pukul 08.00 WITA.

Ida Sesuhunan Pura Agung Kentel Gumi diiringi pemedek menuju Pasar Tusan kemudian Semeagung menuju Koripan ke timur selanjutnya Tukad Bubuh, Umesalakan ke selatan, Losan, Takmung, Catus Pata Klungkung ke selatan, kemudian menuju Segara Batu Klotok.“Sebelumnya di Catus Pata Klungkung Ida Sesuhunan Pura Agung Kentel Gumi akan Macepuk dengan Ida Sesuhunan Pura Pasar Agung,” ujar Manggala Utama Karya, Cokorda Gede Brasika Putra.


Ditambahkannya jika karya agung ini melibatkan banyak elemen masyarakat, selain Desa Manca (Banjarangkan, Tusan, Bakas, Sema Agung, Koripan Tengah, Griya Budha) termasuk 25 desa adat pengempon yang ikut serta. Pada puncak karya, akan diadakan Tawur Labuh Gentuh di beberapa titik utama yang dipercaya dapat menyeimbangkan alam semesta sekaligus memohon kedamaian dan kesejahteraan bagi jagat Bali.

“Puncak acara berlangsung pada 16 November 2024 atau tepat pada Purnama Kalima, kemudian Nyineb akan berlangsung Rabu 27 November 2024,” tandasnya. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#Macepuk #bali #alam semesta #karya agung #Pura Pasar Agung #klungkung #melasti #tawur #Pura Agung Kentel Gumi