Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tak Hanya Pariwisata, Koster Siapkan Enam Sektor Ekonomi untuk Masa Depan Bali

Dian Suryantini • Kamis, 7 November 2024 | 03:41 WIB

Calon Gubernur Bali dan wakil Gubernur Bali Nomor urut 02, Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta.
Calon Gubernur Bali dan wakil Gubernur Bali Nomor urut 02, Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta.

SINGARAJA, BALI EXPRESS - — Dalam sebuah uji publik di Auditorium Undiksha Singaraja pada Rabu (6/11), Calon Gubernur Bali, Wayan Koster, memaparkan visi jangka panjangnya untuk mengurangi ketergantungan Bali pada sektor pariwisata sebagai pendorong utama perekonomian.

Koster menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi dengan mengusung konsep Ekonomi Kerthi Bali, yang terdiri dari enam sektor utama, di antaranya pertanian organik, kelautan dan perikanan, industri manufaktur berbasis budaya, industri kecil menengah (IKM), ekonomi kreatif dan digital, serta sektor pariwisata yang akan tetap menjadi tulang punggung, namun dengan proporsi yang lebih seimbang.

“Pandemi COVID-19 mengajarkan kita tentang rentannya ekonomi Bali yang terlalu bergantung pada sektor pariwisata,” kata Koster, mengingatkan tentang dampak besar yang dirasakan Bali pada tahun 2020.

Perekonomian Bali saat itu tercatat mengalami pertumbuhan negatif, yakni minus 9,34 persen pada 2020, dan minus 2,46 persen pada 2021. Meski pemulihan terjadi pada 2022 dan 2023, dengan pertumbuhan positif masing-masing 4,4 persen dan 5,7 persen, Koster menegaskan bahwa Bali harus memperbaiki struktur ekonominya untuk mencegah ketergantungan serupa di masa depan.

Koster mengungkapkan bahwa Pemprov Bali, bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, telah menyusun grand design untuk program transformasi ekonomi ini yang akan dimulai pada 2025.

Rencana ini mencakup pengembangan sektor pertanian dengan sistem pertanian organik, pemberdayaan sektor kelautan dan perikanan, serta penguatan industri berbasis budaya yang akan menciptakan produk unggulan dan lapangan kerja baru bagi masyarakat Bali.

“Transformasi ekonomi Bali ini bukan hanya tentang menjaga kelestarian budaya dan alam, tetapi juga tentang menciptakan daya saing yang lebih tinggi untuk Bali di level global,” ujar Koster.

Menurutnya, sektor pariwisata akan tetap berfungsi sebagai penggerak sektor-sektor lainnya, namun dengan proporsi yang lebih berimbang. Pariwisata, yang dianggapnya sebagai anugerah alam, akan berperan dalam mendukung sektor-sektor seperti ekonomi kreatif dan digital, serta industri berbasis budaya yang akan mendorong perekonomian Bali menjadi lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Koster juga menekankan bahwa Bali harus membangun ekonomi yang berdikari, memiliki kekuatan politik dan ekonomi yang mandiri, serta tetap menjaga kepribadian budaya Bali yang menjadi ciri khasnya.

“Kita tidak boleh memusuhi pariwisata. Sebagai sumber daya alam yang tidak terbarukan, pariwisata jauh lebih berkelanjutan daripada sektor tambang yang hanya memberikan keuntungan sesaat,” tambahnya.

Melalui visi transformasi ini, Koster berharap Bali dapat mengatasi tantangan ekonomi di masa depan dan menciptakan sistem ekonomi yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan tahan terhadap guncangan global seperti yang terjadi selama pandemi COVID-19. ***

Editor : Dian Suryantini
#undiksha #ekonomi #uji publik