Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Paslon ABDI Siap Berdayakan Banjar dan Wujudkan City Tour di Denpasar

Rika Riyanti • Jumat, 8 November 2024 | 18:39 WIB

KOMITMEN: Debat Pilwali Kota Denpasar kedua yang berlangsung di Prama Hotel Sanur, Rabu (6/11)
KOMITMEN: Debat Pilwali Kota Denpasar kedua yang berlangsung di Prama Hotel Sanur, Rabu (6/11)

BALIEXPRESS.ID - Dalam debat Pilwali Kota Denpasar kedua yang berlangsung di Prama Hotel Sanur, Rabu (6/11) malam, pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Gede Ngurah Ambara Putra dan I Nengah Yasa Adi Susanto, memaparkan komitmen mereka untuk memberdayakan banjar di Kota Denpasar.

Program unggulan mereka mencakup penyediaan les gratis seni budaya, pemberdayaan UMKM di lingkungan banjar, serta pengembangan destinasi wisata budaya untuk menarik kunjungan wisatawan dengan konsep city tour.

 Baca Juga: Koster Digendong dan Diarak Umat Hindu dan Muslim, Warga Sumberklampok: Seng Koster seng Coblos

Ngurah Ambara menyampaikan bahwa visi mereka adalah meringankan beban budaya masyarakat yang selama ini dilakukan secara swadaya.

Program mereka akan berfokus pada bantuan bagi masyarakat dari tingkat banjar, termasuk memberikan les gratis untuk tari, tabuh, dan sastra, sehingga lulusan sarjana seni di Denpasar dapat terserap dengan baik di masyarakat. 

"Kami juga mendukung pementasan anak didik dalam perayaan hari ulang tahun banjar dan Sekaa Teruna Teruni (STT)," kata Ngurah Ambara.

Kemudian, mereka juga berkomitmen untuk memberdayakan dan memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan banjar, khususnya di bidang kerajinan dan seni kelompok kreatif.

 Baca Juga: Ribuan Emak-emak Dukung Koster-Giri, Rebutan Selfie dan Foto di Desa Patas dan Musi Buleleng

Ngurah Ambara menyebutkan rencana untuk merawat dan mengembangkan situs-situs budaya, seperti Nol Kilometer, Jam, Bale Kulkul, Pura Tambangan Badung, dan Puri, sebagai destinasi wisata.

"Dengan infrastruktur yang baik, akan banyak tamu datang ke Denpasar dan menciptakan city tour," imbuhnya.

Di bidang kesehatan, Ngurah Ambara menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang layak dan berkualitas untuk masyarakat Kota Denpasar.

Mereka berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu serta meningkatkan infrastruktur puskesmas, memperluas ruang UGD dengan peralatan modern, dan meningkatkan SDM kesehatan.

 Baca Juga: Tingkatkan Ketertiban Administrasi, Klungkung Sidak Duktang Nonpermanen, 11 Orang Terjaring

"Kami ingin menghadirkan dokter spesialis dan ruang rawat inap di semua puskesmas, dengan fasilitas yang ramah disabilitas," jelas Ngurah Ambara.

Selain itu, mereka berencana menyediakan layanan ambulans gratis untuk membantu warga dalam situasi darurat.

I Nengah Yasa Adi Susanto turut menyoroti perlindungan bagi anak dan perempuan.

Ia menekankan bahwa pasangan Abdi berkomitmen untuk melindungi anak dan perempuan sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2024 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

"Kami akan membangun rumah aman bagi perempuan dan anak korban kekerasan," ucapnya.

Pasangan ini juga sejalan dengan program nasional di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran, yakni memberikan makanan gratis bagi anak-anak dan ibu hamil setiap siang dan malam.

 Baca Juga: Viral di Sosial Media, Perempuan Jadi Korban Tabrak Lari di Ubud, Warganet Desak Pelaku Bertanggung Jawab

Pasangan Abdi juga berkomitmen untuk memberikan pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas dan kelompok marginal di Denpasar.

Yasa Adi Susanto menegaskan bahwa program pelatihan ini akan dilakukan di Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan akses mereka terhadap pendidikan dan keterampilan kerja.

"Kami akan memberikan dukungan agar mereka memiliki kemampuan yang memadai untuk dapat bekerja dan membantu keluarga," ungkapnya.

Selain itu, mereka berencana membangun rumah tinggal dan menyediakan potongan biaya listrik bagi masyarakat marginal.

Dalam hal tata kelola pemerintahan, pasangan ini berkomitmen pada prinsip good governance yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

"Kami berjanji untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Korupsi adalah penyakit yang menggerogoti anggaran baik APBD maupun APBN," tutupnya. (*)

Editor : Wiwin Meliana
#program #city tour #ABDI #Banjar #denpasar