Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Keroyok Pria di Bali Sampai Tewas Melompat, Geng Motor Pelajar Upaya Damai dengan Pihak Korban

I Gede Paramasutha • Senin, 11 November 2024 | 21:02 WIB
Jenazah Yanto dievakuasi Basarnas Bali. Dia tewas karena melompat dari jembatan usai dikejar dan dikeroyok oleh geng motor. (Bali Express/Istimewa)
Jenazah Yanto dievakuasi Basarnas Bali. Dia tewas karena melompat dari jembatan usai dikejar dan dikeroyok oleh geng motor. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Masih ingat kasus geng motor yang mengejar pria bernama Yanto, 38, sampai tewas melompat dari Jembatan Villa Ayung, Desa Sibanggede, Abiansemal, Badung, Bali pads Sabtu 21 September 2024 lalu?

Sampai kini, perkara itu masih bergulir di Polres Badung. Sebelumnya, polisi sudah mengidentifikasi gerombolan diduga geng motor yang mengejar dan keroyok pria di Bali itu.

Mereka adalah 18 pelajar yang berusia di bawah umur. Namun, yang menjadi perkembangan terbaru kasus tersebut bukanlah penetapan tersangka.

Melainkan, setelah melalui serangkaian pemeriksaan, perkara yang merenggut nyawa pria asal Jember, Jawa Timur, sedang mengarah ke proses damai.

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Badung AKP Muhamad Said Husen yang dikonfirmasi pada Senin 11 November 2024.

Upaya damai ini dilakukan oleh pihak para pelaku dengan pihak korban melalui mediasi.

"Sekarang sedang dalam proses membuat surat perjanjian perdamaian," ujar Said Husen.

Selain itu, pihak pelaku juga sedang berusaha membuat kesepakatan pemberian kompensasi belasungkawa untuk keluarga korban.

Disinggung mengenai motif geng motor pelajar ini mengejar dan mengeroyok korban, Husen pun membeberkannya.

Sesaat sebelum kejadian, pelaku terlibat saling tatap-tatapan dengan korban yang sedang berboncengan naik motor bersama dua orang temannya di Pertigaan Darmasaba.

"Mereka juga saling sahut di jalan," tambahnya.

Sehingga, terjadi aksi kejar-kejaran sampai ke tempat kejadian perkara (TKP) dan pengeroyokan.

Apesnya, Yanto yang merasa ketakutan berusaha melarikan diri dengan cara melompat dari Jembatan Villa Ayung, hingga terjatuh di bebatuan pinggir sungai.

Sedangkan, dua orang teman korban bernama M Anton Munif, 35, dan Gunawan, 34, berhasil kabur menyelamatkan diri.

Setelah kejadian, kedua temannya mencari keberadaan korban.

Tak disangka, pria itu ditemukan dalam kondisi sudah tewas di bebatuan sungai.

Peristiwa itu sempat membuat masyarakat menjadi heboh, sekaligus resah dengan aksi geng motor. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#geng motor #bali #damai #pria