BALIEXPRESS.ID – Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan program makan siang gratis bagi seluruh siswa, yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Program ini ditargetkan akan mulai berjalan pada Januari 2025, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan gizi siswa melalui makanan yang sehat dan seimbang.
Mahendra Jaya menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Bali sedang mempersiapkan simulasi untuk mengidentifikasi kebutuhan serta potensi kendala di lapangan.
Baca Juga: Ikut Cawe-cawe terhadap Kasus Guru Supriyani, Bupati Konawe Selatan Dipanggil Kemendagri
"Kita sudah siapkan, sedang kita bahas. Dalam waktu dekat kita akan melakukan simulasi dulu biar tahu persoalan-persoalan apa di lapangan," ujarnya saat diwawancara usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (11/11).
Simulasi tersebut akan melibatkan seluruh siswa di Bali, dengan pelaksanaan di beberapa sekolah sebagai uji coba awal.
"Semua siswa harus di-cover. Makanya ke depan saya sudah minta kepada Kadis Pendidikan untuk dilakukan simulasi," tambahnya.
Baca Juga: Bangunan Menjamur, UNESCO Ancam Cabut Status Subak Jatiluwih, Ini Tanggapan Ketua PHRI Bali
Terkait sumber anggaran, Mahendra Jaya menyebutkan bahwa dana utama untuk program ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Namun, Pemerintah Provinsi Bali juga siap menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) apabila terdapat kekurangan.
"Yang jelas itu sudah disiapkan anggaran di APBN. Nanti kita lihat APBD juga ketika ada kekurangan kita siap meng-cover. Pusat sudah menyiapkan APBN," ungkapnya.
Lebih lanjut, Mahendra menekankan pentingnya simulasi untuk mengetahui kebutuhan ideal gizi makan siang yang sesuai standar makanan 4 sehat 5 sempurna.
"Nanti makanya kita akan segera lakukan simulasi biar tahu berapa sih idealnya kebutuhan makan siang itu dengan makanan 4 sehat 5 sempurna berapa idealnya. Kita akan segera lakukan simulasi di beberapa sekolah biar tahu seperti apa dan apa yang harus kita lakukan di depan karena Januari kan sudah harus berjalan," paparnya.
Saat ditanya mengenai teknis pelaksanaan program ini, Mahendra menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama Dinas Pendidikan.
Baca Juga: Dua Anggota DPRD Klungkung Resmi di-PAW, Fokus Baru pada Infrastruktur di Nusa Penida
"Sedang dibahas dengan Kadis Pendidikan, sudah dikaji untuk simulasinya ya. Kalau pelaksanaan ini kan pada Januari 2025 yang jelas kita siap untuk melaksanakan apa yang menjadi kebijakan program-kebijakan pusat kita siap," tegasnya.(***)
Editor : Rika Riyanti