BALIEXPRESS.ID - Peristiwa penganiayaan berdarah menggemparkan Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Sabtu (2/11) sekitar pukul 14.30 WITA.
Perseteruan terkait pengolahan kebun memicu tragedi memilukan ketika seorang kakak, Gede Sardina (58), menyerang adik kandungnya, Made Artika (51), hingga menyebabkan luka parah.
Kapolsek Kubutambahan, AKP Kadek Robin Yohana, menjelaskan bahwa kejadian ini berlangsung di rumah Artika di Banjar Dinas Tegeha, Desa Pakisan.
Sardina datang pada siang hari ke rumah sang adik yang tengah tertidur di kamarnya.
Tak hanya datang dengan tangan kosong, Sardina membawa sabit di tangan kanannya.
Ketegangan memuncak ketika Sardina mempertanyakan alasan Artika menyemprot rumput di kebun mereka.
Artika menjelaskan bahwa ia sedang mempersiapkan kebun untuk menanam pohon durian.
Jawaban ini justru memancing amarah Sardina, yang kemudian melayangkan sabit ke arah Artika.
Dalam upaya melindungi diri, Artika mencoba menangkis serangan dengan selimut, namun sabit tersebut tetap mengenai perut bagian bawah, dada kiri, dan jari tangan kirinya, menimbulkan luka robek serius.
AKP Robin mengungkapkan bahwa pelaku diduga dalam pengaruh alkohol saat melakukan aksi brutal tersebut.
Usai kejadian, Artika langsung melaporkan penganiayaan ini ke Polsek Kubutambahan.
Pihak kepolisian pun segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk mengamankan Sardina beserta barang bukti berupa sabit yang digunakan untuk menyerang korban.
Sayangnya, setelah menjalani perawatan intensif selama lima hari di RSUD Buleleng, Made Artika menghembuskan napas terakhirnya akibat luka-luka yang dideritanya.
Kini, pelaku masih ditahan di Polsek Kubutambahan untuk proses hukum lebih lanjut.
Peristiwa ini menambah daftar panjang tragedi kekerasan dalam keluarga yang memicu duka mendalam di kalangan masyarakat. ***
Editor : I Putu Suyatra