Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pewarnaan Kembang Rampe Gunakan Mesin Cuci; Inovasi atau Merusak Nilai Suci?

Wiwin Meliana • Selasa, 12 November 2024 | 16:23 WIB

Viral di media sosial pewarnaan kembang rampe atau samsam menggunakan mesin cuci
Viral di media sosial pewarnaan kembang rampe atau samsam menggunakan mesin cuci

BALIEXPRESS.ID-Sebuah video yang menunjukkan proses pewarnaan kembang rampe menggunakan mesin cuci menuai perdebatan hangat di media sosial.

Video tersebut dibagikan oleh akun @Tu da Strada melalui akun @Global Dewata BALI, dan memperlihatkan seorang pria yang tengah mencelupkan kembang rampe yang terbuat dari daun pandan harum ke dalam mesin cuci untuk diberi pewarna hijau cerah.

Baca Juga: Tolak Pengesahan APBD Bangli 2025, Ida Bagus Santosa Kini Kejar Data Sewa Alkes, Jaspel, dan Honor Pejabat Rp1 M

 Tujuannya adalah agar kembang rampe yang digunakan dalam pembuatan canang sari tampak lebih menarik dan berwarna.

“Halo gais, kita lihat pencelupan pandan harumnya gais,” ujar pria dalam video yang diunggah pada Selasa (12/11/2024). Dalam video tersebut, tampak daun pandan harum yang sudah dipotong kecil-kecil dimasukkan ke dalam mesin cuci dan diputar bersama pewarna hijau.

 Perekam video juga menegaskan bahwa mesin cuci yang digunakan adalah baru, atau "sukla", untuk memastikan kebersihannya.

Baca Juga: WADUH! Beredar Video Pewarnaan Kembang Rampe Gunakan Mesin Cuci

Meski demikian, video ini langsung menuai berbagai reaksi dari warganet. Banyak yang mempertanyakan alasan di balik pewarnaan kembang rampe tersebut, sementara sebagian lainnya menyoroti penggunaan mesin cuci untuk proses pewarnaan.

Hingga saat ini, video tersebut terus viral di media sosial, memicu perdebatan tentang penggunaan bahan dan metode yang dianggap tidak sesuai dengan etika atau tradisi dalam pembuatan kembang rampe yang biasa digunakan dalam upacara keagamaan.

“Semoga mesin cucinya sukla alias baru beli, bukan bekas make nyuci cawet handuk. Dilihat dari mesinnya uda agak lama, ingat rampe buat canang mau pake sembahyang. Jangan demi keuntungan menghalalkan cara,” tulis akun @Omink Zu.

 “Semasih bisa menjual alami dari tumbuhan kenapa tidak, memang sukla mesin ne tapi kesannya tidak etis,” tulis akun @Kelau Cenana.

“Canang sekarang bukan nilai persembahannya, sekarang dipakai nilai ekonomis. Tidak sukla lagi perlu dikaji oleh PHDI atau para Sulinggih,” tulis akun @Alit Suwerta.

Baca Juga: Gempar! Sabina Altynbekova, Pemain Voli Paling Cantik di Dunia, Siap Meramaikan Proliga 2025 Bersama Yogya Falcons

Isu pewarnaan kembang rampe bukanlah hal baru. Sebelumnya, produk kembang rampe yang dicampur pewarna sintetis sudah marak beredar di pasaran.

Meskipun belum ada laporan resmi mengenai dampak kesehatan dari pewarna tersebut.

Meski begitu, banyak konsumen yang resah dan mempertanyakan keamanan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan kembang rampe, terlebih yang melalui proses tidak biasa seperti penggunaan mesin cuci.

 

Editor : Wiwin Meliana
#Kembang rampe #canang #pewarnaan #Mesin cuci #inovasi