BALIEXPRESS.ID – PT Bibu Panji Sakti menargetkan Bandara Bali Utara dapat beroperasi pada tahun 2027, dimulai dengan pembangunan satu runway.
Direktur Utama PT Bibu Panji Sakti, Irwanto Adiatmoko, menjelaskan bahwa kerja sama dengan perusahaan China mencakup kontrak sebagai kontraktor utama dan penyedia dana, dengan skema pembiayaan "turn key."
"Mereka sebagai kontraktor dan sebagai pembiaya. Duit juga dari mereka nanti kita bayar, itu bentuknya hutang, nanti kita bayar setelah pembangunan selesai. Namanya turn key, itu biasa dalam proyek itu," jelas Irwanto saat diwawancarai, Kamis (14/11).
Menurut Irwanto, kerja sama ini memungkinkan perusahaan untuk mempercepat proses pembangunan karena prediksi bahwa Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan penuh pada 2027.
"Targetnya 2027 selesai satu runway. Kita kan target selesainya dua runway, tapi untuk ngejar target karena 2027 itu sudah diprediksi (Bandara) Ngurah Rai bakal penuh sekali, makanya kita kejar itu 2027 harus selesai satu runway. Sudah langsung beroperasi," jelasnya.
Pembangunan bandara ini, lanjut Irwanto, akan dilakukan di atas laut di kawasan Kubutambahan, Buleleng, sesuai dengan konsep awal.
"Konsep awal tidak ada yang berubah. Bandara kami yang di laut, bukan yang di mana-mana. Bukan yang di Sumber Klampok, bukan yang di darat. Kami adalah pemrakarsa Bandara Bali Utara di Kubutambahan di laut," paparnya.
Ia juga menjelaskan bahwa inisiatif pembangunan bandara ini telah diajukan oleh PT Bibu Panji Sakti selama sembilan tahun terakhir, sejak masa kepemimpinan Presiden Jokowi.
"Kami sudah sembilan tahun mengusulkan kepada pemerintah dari zaman Pak Jokowi sampai sekarang. Kami tetap konsistenlah mengajukan ini, karena ini memang kebutuhan. Hasil studi itu menunjukkan bahwa Bandara Ngurah Rai itu sudah tidak cukup. Tahun baru kemarin para turis-turis turun di tengah jalan cari koper karena macet ya kan," ujar Irwanto.
Baca Juga: Sempat Dikeluhkan, Pj Sekda Badung Bakal Cek Pembangunan Pura Ibu Panti Dukuh: Hibah Adalah Stimulus
Terkait dengan izin dari pemerintah pusat, Irwanto menyatakan bahwa sudah ada komitmen yang jelas.
"Ya sudah ada komitmen itulah," katanya.
Namun, proyek ini sempat tertunda karena adanya kendala pada tahun lalu.
"Ini ada bobot politik sedikitlah, tapi sekarang sudah selesai, semua sudah welcome, semua sudah punya pemikiran yang sama," ungkapnya.
Selanjutnya, Irwanto menyebutkan bahwa perusahaan kini menunggu arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk melakukan peletakan batu pertama atau ground breaking.
"Saya tunggu waktunya Pak Presiden, beliau sekarang kan sedang lawatan ke luar negeri. Tinggal tunggu waktu beliau, kapan beliau ada waktu akan ground breaking segera nanti pada waktunya," ujarnya.
Baca Juga: Asap Mengepul di TPA Landih Bangli, Upaya Pemadaman Api Masih Menantang
PT Bibu Panji Sakti juga berencana segera melaporkan perkembangan proyek ini kepada Pj Gubernur Bali dalam waktu dekat.
"Saya berhubungan cukup baik dengan beliau, komunikasinya, begitu. Nanti kalau saya sudah ke Bali saya langsung laporkan kepada beliau," tandasnya.(***)
Editor : Rika Riyanti