BALIEXPRESS.ID — Dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) berimbas pada sektor pariwisata di Bali, dengan kerugian hingga Rp1 miliar dialami Biro Perjalanan Wisata (BPW).
Menurut Ketua DPD ASITA Bali, I Putu Winastra, erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki menyebabkan penutupan Bandara Labuan Bajo.
Hal ini berdampak pada BPW yang melayani wisatawan dari Bali ke Labuan Bajo.
Baca Juga: Apresiasi Telah Membangun Jembatan Tukad Bangka, Warga Desa Abang Dukung Penuh Dana-Swadi 2 Periode
“Erupsi ini memberikan dampak kepada wisatawan yang dihandle anggota kami. Sampai dengan saat ini baru 8 BPW yang memberikan data terdampak mengakibatkan kerugian material sekitar Rp1 miliar, sedangkan sisanya masih menunggu update karena masih dalam proses penanganan evakuasi," ungkap Winastra, Jumat (15/11).
Penutupan bandara dari Labuan Bajo ke Bali akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki membuat biro perjalanan menghadapi biaya tambahan karena tamu harus menginap lebih lama atau menggunakan transportasi lain, seperti fast boat, untuk keluar dari Labuan Bajo.
Menurut Winastra, data kerugian masih diperbarui seiring laporan dari BPW yang terdampak.
Baca Juga: Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Berangsur Normal Pasca-Erupsi Gunung Lewotobi
Erupsi ini tidak hanya memengaruhi bandara di NTT tetapi juga berdampak pada Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, di mana banyak maskapai menunda penerbangan ke Bali dalam dua hari terakhir.
Berdasarkan data dari PT Angkasa Pura, jumlah pembatalan tertinggi terjadi pada Rabu (13/11) dengan 115 penerbangan yang terdampak, terdiri dari 32 penerbangan domestik dan 83 internasional.
Pada Kamis (14/11), angka tersebut menurun menjadi 52 pembatalan, meliputi 11 penerbangan domestik dan 41 internasional.
Baca Juga: Berdayakan Perempuan, BRI Raih Penghargaan Indonesia Women's Empowerment Principles Awards 2024
Meski begitu, sejumlah maskapai seperti Qantas, Virgin, dan Jetstar mulai kembali beroperasi pada Kamis, dengan rute menuju Sydney, Darwin, Brisbane, Melbourne, dan Perth.
Untuk rencana operasional Jumat (15/11), berdasarkan data pukul 03.00 WITA, diperkirakan akan ada 399 pergerakan pesawat tanpa adanya pembatalan akibat letusan Gunung Lewotobi.(***)
Editor : Rika Riyanti