Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tiket Masuk di Pura Luhur Giri Salaka Mahal, Umat Hindu Minta Pemerintah Bedakan Sembahyang dan Wisata

Wiwin Meliana • Jumat, 15 November 2024 | 18:15 WIB

Umat Hindu Keluhkan Biaya Sembahyang yang Mahal
Umat Hindu Keluhkan Biaya Sembahyang yang Mahal

BALIEXPRESS.ID-Viral di media sosial keluhan umat Hindu membayar tiket masuk yang cukup tinggi saat bersembahyang ke Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo, Jawa Timur.

Dalam video yang dibagikan oleh akun Tiktok @Hinduchannel, terlihat rombongan Umat Hindu dari Singaraja, Bali melakukan tirta yatra ke Pura Luhur Giri Salak.

Terlihat dalam video, seorang Pemangku menanyakan pendapat Umat yang tangkil terkait kenaikan retribusi masuk pura.

Baca Juga: Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Biro Perjalanan Wisata di Bali Tercatat Rugi Rp 1 Miliar

Sebelumnya, tiket masuk yang dikenakan kepada Umat Hindu yang bersembahyang hanya Rp 5 ribu saja.

Namun sejak ada peraturan pemerintah yang baru, tike masuk naik menjadi Rp 20 ribu untuk hari biasa sedang Rp 30 ribu untuk hari libur atau weekend.

“Kalau kemarin retribusi kita hanya Rp 5 ribu kita masih memaklumi untuk orang sembahyang, tetapi ketika ada peraturan pemerintah retribusi sekrang menjadi 20 ribu dan 30 ribu untuk hari Minggu,” jelas seorang pemangku kepada pemedek Hindu dari Bali dikutip dalam video Jumat (15/11/2024).

“Bagaimana perasaan panjenengan semua terhadap kenaikan biaya seperti itu?”tanya seorang pemangku.

Baca Juga: Apresiasi Telah Membangun Jembatan Tukad Bangka, Warga Desa Abang Dukung Penuh Dana-Swadi 2 Periode

Mendapat pertanyaan seperti itu, seorang ibu-ibu perwakilan dari rombongan tirta yatra itu pun mengaku tiket masuk yang dikenakan di rasa sangat berat.

Pihaknya berharap agar pemerintah membedakan antara tiket masuk untuk orang yang ingin berwisata dan orang yang bertujuan untuk sembahyang.

“Sangat berat, kalau misalnya bayar Rp 20 ribu untuk dua bus, berapa jadinya bayar itu,” jelas ibu tersebut.

Pihaknya pun berharap agar pemerintah setempat bisa memberlakukan smbangan suka rela jika ada Umat yang ingin menyumbang tanpa dipatok biaya.

Bahkan sebagai umat Hindu pihaknya merupakan hal yang wajar jika umat akan melakukan dana punia di pura tempat mereka sembahyang.

Baca Juga: Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Berangsur Normal Pasca-Erupsi Gunung Lewotobi

Pihak pemangku setempat pun menyebut bahwa keluhan tersebut akan disampaikan kepada pemerintah terkait agar dibedakan antara pungutan untuk sembahyang dan wisata.

“Dengan konsep pemikiran orang yang mau sembahyang di negerinya sendiri harus membayar, harus dibedakan antara sembahyang dan wisata,” jelasnya.

 

Editor : Wiwin Meliana
#Pura Luhur Giri Salaka #keluhan #mahal #alas purwo #tiket masuk #sembahyang