Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Desa Pengastulan Dapat Status Komunitas Siaga Tsunami, Contoh Baru Kesiapsiagaan di Bali

Dian Suryantini • Jumat, 15 November 2024 | 21:55 WIB

Penyerahan tanda pengukuhan Tsunami Ready Community oleh Komisi Oseanografi Antarpemerintah.
Penyerahan tanda pengukuhan Tsunami Ready Community oleh Komisi Oseanografi Antarpemerintah.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Desa Pengastulan, yang terletak di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, resmi mendapat pengukuhan sebagai "Tsunami Ready Community" atau Komunitas Siaga Tsunami oleh Komisi Oseanografi Antarpemerintah (IOC) di bawah UNESCO.

Penghargaan bergengsi ini diumumkan dalam peringatan 20 tahun Tsunami Aceh yang berlangsung di Banda Aceh pada 11 November 2024.

Keberhasilan ini tidak datang dengan mudah, mengingat Desa Pengastulan harus memenuhi 12 indikator kesiapsiagaan yang ditetapkan oleh UNESCO.

Menurut Muhammad Ali, Sekretaris Desa Pengastulan, indikator-indikator ini meliputi pembentukan forum penanggulangan risiko bencana (FRB), pelatihan evakuasi rutin, edukasi masyarakat, hingga simulasi bencana secara berkala.

Verifikasi dilakukan oleh UNESCO IOC dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 25-26 April 2024 untuk memastikan kesiapan desa.

“Kami berfokus pada edukasi masyarakat agar semua, dari anak-anak hingga orang dewasa, dapat menghadapi situasi darurat gempa dan tsunami dengan lebih siap,” ujar Muhammad Ali, Jumat (15/11) siang. 

Keberhasilan Desa Pengastulan mendapatkan pengakuan ini diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lain di Bali. Kepala BPBD Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, menyatakan bahwa upaya ini tidak hanya penting untuk melindungi Desa Pengastulan, namun juga memberikan contoh bagi daerah lain di Buleleng yang rentan terhadap bencana tsunami.

“Kami berharap langkah ini memotivasi desa-desa lain untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama karena Desa Pengastulan memiliki sejarah gempa dan tsunami pada 1976. Pengalaman itu menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan sangat penting,” ungkap Putu Ariadi.

Desa Pengastulan kini menjadi desa kedua di Bali yang menyandang status Komunitas Siaga Tsunami, mengikuti jejak Desa Tanjung Benoa di Badung. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat Bali dalam menghadapi potensi bencana di masa depan. ***

Editor : Dian Suryantini
#ioc #Pengastulan #unesco #buleleng