Kejutan Investasi Rp 48,8 Triliun untuk Bandara Baru di Bali Utara: Ini Pesan Mangku Pastika
I Putu Suyatra• Sabtu, 16 November 2024 | 15:46 WIB
Made Mangku Pastika harapkan gubernur Bali periode selanjutnya masih dipegang oleh orang Buleleng. (Foto Junior)
BALIEXPRESS.ID - Bali Utara sedang bersiap mencatat sejarah baru. Sebuah perusahaan raksasa asal Tiongkok, ChangYe Construction Group, telah memastikan komitmennya untuk menggelontorkan dana investasi fantastis senilai USD 3 miliar atau sekitar Rp 48,8 triliun demi pembangunan bandara baru di wilayah ini.
Langkah besar ini menjadi kabar menggembirakan sekaligus nostalgia bagi mantan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, yang selama kepemimpinannya pernah mencetuskan gagasan besar tersebut.
Dari Mimpi ke Realita: Komitmen yang Semakin Nyata
Menurut Mangku Pastika, gagasan pembangunan bandara di Buleleng ini telah tertuang dalam Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Bali sejak ia menjabat sebagai gubernur.
Kini, dengan dukungan dari Presiden Prabowo Subianto, sinyal untuk mewujudkan mimpi itu semakin kuat.
"Dulu ini hanya mimpi, tapi saya sudah melihat pentingnya infrastruktur ini sejak saya menjadi Kapolda Bali. Jika pusat ekonomi terus terpusat di Bali Selatan, kita akan menghadapi masalah besar," ujar Mangku Pastika pada 15 November 2024.
Pemerataan Ekonomi Lewat Infrastruktur
Pastika menekankan, pembangunan bandara ini adalah solusi utama untuk menciptakan pemerataan ekonomi di Bali.
"Pulau Bali kecil, tapi ketimpangan ekonominya besar. Kuncinya ada di infrastruktur," ujarnya.
Ia juga mengungkap bahwa lokasi bandara di Kubutambahan, Buleleng diputuskan berdasarkan studi mendalam oleh ahli dari India.
Namun, ia menegaskan, keberhasilan proyek ini harus dibarengi dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.
"Pariwisata Bali untuk orang Bali. Kalau masyarakat Buleleng tidak disiapkan, mereka hanya akan jadi penonton. Kita harus mulai mempersiapkan SDM dari sekarang!" tegasnya.
Persiapan SDM Lokal Sudah Dimulai
CEO PT Bandara Internasional Bali Utara Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko, memastikan bahwa proyek ini bukan sekadar wacana.
Menurutnya, pihaknya telah melakukan kajian komprehensif selama sembilan tahun terakhir, termasuk analisis dampak lingkungan.
"Kami juga sudah bekerja sama dengan tiga universitas ternama di Bali untuk melatih calon tenaga kerja lokal. Kami ingin memastikan tidak ada warga Bali yang tak mendapat pekerjaan di proyek ini," ujarnya optimistis.
Kerja Sama Strategis dengan Tiongkok
Sebagai langkah awal, PT BIBU Panji Sakti telah menandatangani nota kesepahaman dengan ChangYe Construction Group di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing.
Langkah ini menandai dimulainya komitmen pendanaan yang akan mengubah wajah Bali Utara.
Dengan investasi sebesar ini, pembangunan bandara baru di Buleleng bukan lagi sekadar impian, melainkan pintu menuju pemerataan ekonomi dan masa depan cerah bagi Bali Utara.
Akankah ini menjadi titik balik sejarah pariwisata Bali? Mari kita nantikan! ***