BALIEXPRESS.ID-Desa Tukadmungga, yang terletak di Bali Utara, menyimpan sebuah legenda menarik yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur desa.
Cerita ini mengisahkan asal-usul nama desa dan sebuah sungai yang dikenal sangat angker, yakni Tukad Bangke. Konon, air sungai di desa ini sangat bening, tetapi masyarakat setempat tidak berani mandi atau melewati sungai tersebut karena keangkerannya yang luar biasa.
Baca Juga: Kekalahan Telak dari Jepang, Langkah Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 Semakin Berat
Menurut cerita, suatu hari datanglah seorang putri cantik bernama Dewi Ayu, yang konon merupakan titisan dewa.
Dewi Ayu memiliki kecantikan yang sangat sempurna: kulitnya putih bersih, rambutnya panjang dan hitam terurai dengan lembut.
Ketika melewati sungai yang sangat bening itu, Dewi Ayu merasa tertarik dan memutuskan untuk mandi di aliran sungai.
Namun, saat ia sedang mandi, rambut panjangnya yang terurai terbawa arus dan mengalir hingga mencapai muara pesisir pantai.
Pada saat yang sama, seorang raja tampan bernama Gempu Awang sedang berlayar melewati sungai tersebut.
Baca Juga: Kekalahan Telak dari Jepang, Ranking FIFA Timnas Indonesia Terancam Digusur Malaysia
Ketika melihat rambut indah Dewi Ayu yang terbawa arus, hatinya berdebar-debar, dan ia segera membelokkan perahunya untuk mengikuti arah rambut tersebut.
Tanpa ragu, Gempu Awang mendekat dan terkejut melihat seorang putri yang sangat cantik sedang mandi di hadapannya, seperti bidadari dari khayangan.
Namun, Gempu Awang, yang terpesona oleh kecantikan Dewi Ayu, dengan tidak sopan mendekatinya dan berniat untuk melamarnya. Melihat ketidaksantunan tersebut, Dewi Ayu pun marah besar.
Dengan kekuatan yang dimilikinya, ia mengutuk Gempu Awang dan perahunya. Perahu tersebut berubah menjadi batu besar yang menutupi badan sungai, membuat air sungai meluap ke daratan.
Sungai yang meluap itu kemudian diberi nama "Tukad Munggah", yang seiring waktu berubah menjadi "Tukad Bangke", yang berarti sungai yang menakutkan dan penuh misteri. Tempat dimana perahu Gempu Awang berubah menjadi batu kini dikenal sebagai "Batu Perahu", yang terletak di hulu sungai.
Baca Juga: Sejarah Desa Kalibukbuk: Dari Kerajaan Tanah Gesar Hingga Serangan Ikan Banu
Hingga kini, masyarakat Desa Tukadmungga percaya bahwa sungai Tukad Bangke adalah tempat yang sangat angker.
Keangkeran sungai ini juga semakin diperkuat dengan cerita-cerita turun temurun mengenai kutukan Dewi Ayu dan nasib malang yang menimpa Gempu Awang.
Nama Tukad Bangke pun menjadi simbol peringatan tentang kesombongan dan ketidaksantunan, serta kekuatan alam yang tak dapat ditentang.
Legenda ini terus hidup dalam ingatan warga Desa Tukadmungga dan menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan budaya desa tersebut. Masyarakat setempat meyakini bahwa kisah ini mengandung pesan moral yang dalam dan menjadi bagian dari identitas budaya mereka.
Editor : Wiwin Meliana