BALIEXPRESS.ID - Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2024 berlangsung serentak di seluruh Indonesia. Tak terkecuali di Provinsi Bali juga melakukannya.
Pilkada serentak berlangsung pada 27 November 2024 mendatang atau tinggal 10 hari lagi.
Beberapa wilayah, khususnya Tempat Pemungutan Suara (TPS) sudah melakukan persiapan dengan baik untuk menyongsong pemilu.
Seperti pemilihan pada biasanya, ada saja TPS yang tergolong unik bahkan sebelum pelaksanaan pencoblosan surat suara dimulai.
Seperti di TPS 08 di Banjar Kertasari, Kelurahan Panjer, Denpasar Selatan. TPS ini unik karena melibatkan perempuan Gen Z berusia 17 hingga 23 tahun.
Tokoh Banjar Kertasari Panjer, Ketut Udi Prayudi, Minggu 17 November 2024 mengungkapkan, TPS ini unik karena penyelenggara yaitu KPPS dan pengawas TPS melibatkan perempuan muda atau Gen Z.
Bukan hanya itu, petugas ketertiban TPS, saksi, hingga polisi yang bertugas juga melibatkan perempuan Gen Z.
"Generasi muda khususnya perempuan Bali perlu didorong terlibat aktif dalam demokrasi karena mereka yang akan menjadi penerus bangsa," ujar Udi Prayudi.
Selain itu, mereka (perempuan Gen Z) tidak boleh apolitik.
"Untuk itulah kami mendorong membentuk TPS Perempuan Gen Z ini. Selain itu kami juga ingin memberi tahu kepada mereka seperti apa kegiatan politik," sambungnya.
Mengenai petugas diluar KPPS seperti saksi dan petugas kepolisian, pihaknya sudah bersurat ke masing-masing yang berwenang.
"Kalau soal saksi kami sudah memberi informasi ini kepada tim kampanye masing-masing calon baik gubernur maupun walikota," tegasnya.
Sementara untuk pihak kepolisian, sudah bersurat ke Polresta Denpasar dan disambut dengan positif.
"Pihak Polresta Denpasar juga sudah menyatakan kesiapan untuk mem-floting Polwan saat Pilkada nanti," imbuhnya sembari mengatakan nantinya melibatkan kurang lebih 20 perempuan.
Kata Udi Prayudi, inovasi melibatkan perempuan Gen Z ini merupakan satu-satunya di Bali bahkan Indonesia.
Banjar Kertasari sendiri memang sering melakukan berbagai inovasi yang positif. Pada Pemilu sebelumnya, petugas KPPS juga melibatkan perempuan namun saat itu yang betugas lebih ke perempuan dewasa atau ibu-ibu PKK.
"Semua sudah siap tinggal simulasi saja. Rencananya tanggal 23 atau 24 November nanti kami mengadakan simulasinya," tandas Udi Prayudi. (*)