BALIEXPRESS.ID – Dua sekolah yang mengalami bencana longsor, yakni SDN 1 Pandak Gede di Kecamatan Kediri dan SDN 1 Geluntung di Kecamatan Marga, mendapat tanggapan serius dari Komisi II DPRD Tabanan.
Sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait kerusakan sarana dan prasarana di sekolah-sekolah, Komisi II DPRD Kabupaten Tabanan menyatakan bahwa kedua sekolah tersebut membutuhkan perbaikan yang sifatnya mendesak.
Anggota Komisi II, Nyoman Wiarsa, menyampaikan bahwa dalam kunjungan lapangannya pada Sabtu (16/11), kedua sekolah tersebut mengalami kerusakan akibat longsor.
Longsor terjadi akibat hujan lebat yang melanda Kabupaten Tabanan sejak awal November.
“SDN 1 Pandak Gede mengalami longsor di senderan saluran irigasi di belakang gedung sekolah akibat hujan deras. Meskipun kondisi gedung sekolah masih tergolong baik, sendera ini harus segera ditangani agar tidak membahayakan keselamatan siswa,” jelasnya, Minggu (17/11).
Wiarsa menjelaskan bahwa sekolah tersebut terletak di tebing yang cukup curam, sehingga saat musim hujan, area SDN 1 Geluntung sangat rawan longsor.
Sebelum peristiwa longsor yang terjadi pada awal November lalu, sekolah tersebut telah beberapa kali mengalami longsor.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah telah memasang pagar pembatas untuk menjaga keamanan siswa, terutama pada musim hujan seperti saat ini yang membuat kawasan sekolah sangat berisiko.
“Ada dua prioritas utama yang harus segera ditangani di SDN 1 Geluntung. Pertama, lokasi sekolah yang memiliki risiko tinggi terhadap longsor, dan kedua, kondisi kelas yang memprihatinkan karena beberapa plafon ruang kelas sudah berlubang,” ungkapnya.
Wiarsa menambahkan bahwa perbaikan sekolah ini akan menjadi prioritas dalam anggaran perubahan APBD Tabanan tahun 2025. Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPRPKP dan Dinas Pendidikan guna memproses perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan berat tersebut.
Selain itu, Wiarsa juga menyebutkan bahwa masih ada beberapa sekolah yang mengalami kerusakan di wilayah Selemadeg Raya dan Baturiti yang perlu ditinjau.
Ia berharap, dalam rapat mendatang dengan dinas terkait, rekomendasi untuk perbaikan sekolah-sekolah tersebut dapat segera diajukan.
“Saat ini, berdasarkan hasil koordinasi kami dengan dinas terkait, di Kabupaten Tabanan terdapat sekitar 11 sekolah yang masuk dalam kategori rusak berat dan 55 sekolah yang rusak sedang, yang memerlukan perbaikan segera,” tutupnya. (*)
Editor : Nyoman Suarna