Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bangkai Paus Terdampar di Pantai Lipah, Ditemukan Pertama Kali oleh Nelayan: Diduga Ini Penyebab Kematiannya

I Wayan Adi Prabawa • Senin, 18 November 2024 | 22:04 WIB
TERDAMPAR: Seekor paus berukuran besar terdampar di Pantai Lipah, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem, pada Minggu (17/8).
TERDAMPAR: Seekor paus berukuran besar terdampar di Pantai Lipah, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem, pada Minggu (17/8).

BALIEXPRESS.ID – Seekor bangkai paus ditemukan terdampar di Pantai Lipah, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem, pada Minggu (17/8).

Penemuan mamalia laut ini mengejutkan para nelayan setempat yang menemukan pertama kali bangkai paus tersebut.

Awalnya, nelayan mengira benda besar itu adalah karang, mengingat kondisi air laut sedang surut.

Setelah didekati dan diamati lebih seksama, diketahui benda tersebut adalah bangkai paus berwarna hitam dengan ukuran yang sangat besar.

Nelayan yang pertama kali menemukan bangkai paus itu rencananya hendak mengantar tamu untuk melihat panorama matahari terbit.

Namun, ia kembali ke pesisir setelah melihat benda aneh tersebut. Warga setempat kemudian ikut mendatangi lokasi untuk memastikan temuan itu.

Perbekel Bunutan, I Made Suparwata, membenarkan penemuan bangkai paus tersebut. “Paus ini sangat besar. Saat pertama kali ditemukan, kondisinya sudah mati dan mengeluarkan bau busuk,” ujarnya pada Senin (18/11).

Keberadaan bangkai paus itu menarik perhatian warga yang datang berbondong-bondong ke lokasi.

Menurut Tim Respon Cepat Penanganan Mamalia Laut Terdampar BPSPL Denpasar, Dewa Gde Tri Bodhi Saputra, paus tersebut merupakan jenis paus sperma dengan panjang sekitar 12 meter.

Namun, berat paus itu belum diketahui secara pasti karena bangkai masih berada di pesisir pantai dan belum dipindahkan.

Penyebab kematian paus ini juga belum bisa dipastikan. “Dugaan sementara, paus tersebut mungkin sakit. Ketika ditemukan, kondisi bangkai masih utuh, tetapi bagian rahang bawahnya sudah hilang,” jelasnya.

Saat ini, alat berat tengah digunakan untuk menggali lubang penguburan di pesisir Pantai Banyuning. Bangkai paus masih berada di pesisir menunggu proses penggalian selesai, sebelum akhirnya akan ditarik dan dikubur. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#lipah #paus #nelayan #terdampar #pantai #bangkai