BALIEXPRESS.ID – Kabupaten Tabanan kembali diwarnai oleh peristiwa alam.
Setelah kejadian longsor dan pohon tumbang pada akhir pekan lalu, Senin (18/11) pagi, dua peristiwa pohon tumbang terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, menjelaskan bahwa kedua kejadian tersebut disebabkan oleh faktor cuaca.
"Peristiwa ini terjadi di dua kecamatan yang berbeda, yakni di Banjar Bunyuh, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, dan di Banjar Penulisan, Desa Batuaji Kangin, Kecamatan Kerambitan," jelasnya pada Senin (18/11) sore.
Jenis pohon yang tumbang adalah pohon kelapa di Desa Perean, Kecamatan Baturiti, dan pohon cemcem di Desa Batuaji Kangin, Kecamatan Kerambitan. Kedua pohon tersebut sudah ditangani oleh tim BPBD Tabanan.
Pohon kelapa yang tumbang di Desa Perean menutup seluruh badan jalan utama desa, sehingga arus lalu lintas di kawasan Desa Adat Perean sempat terhambat.
Selain itu, karena ukuran pohon kelapa yang cukup besar, tiang listrik yang berada di dekatnya roboh akibat tertimpa pohon tersebut.
Akibatnya, aliran listrik di sekitar Banjar Bunyuh mengalami gangguan pada Senin pagi, akibat kabel listrik yang tertimpa pohon.
"Namun, kondisi tersebut sudah ditangani setelah petugas dari PLN turun ke lapangan, bersama tim BPBD Tabanan dan petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas selama proses penanganan," lanjutnya.
Selain penanganan pohon tumbang di dua lokasi tersebut, petugas BPBD juga melakukan penanganan terhadap bencana longsor yang terjadi di perbatasan Desa Tua dan Desa Pinge, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.
Longsor di Desa Tua mengakibatkan akses jalan antara Desa Tua dan Desa Pinge terputus. Longsor tersebut cukup panjang, mencapai 10 meter dengan ketebalan lebih dari 1 meter.
"Penanganan longsor sudah kami lakukan pada Senin pagi dengan mengerahkan alat berat. Selain itu, beberapa pohon yang tumbang juga harus ditangani," tambahnya. (*)
Editor : Nyoman Suarna