SINGARAJA, BALI EXPRESS – Sebanyak 300 bibit terumbu karang berhasil ditanam dalam kegiatan transplantasi yang digelar oleh Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Buleleng. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Satpolairud Polres Buleleng ke-74. Penanaman terumbu karang berlangsung di perairan Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, pada Selasa (19/11) pagi.
Wakapolres Buleleng, Kompol H. Fudin Ismail, menyampaikan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem laut sekaligus mengedukasi masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan.
“Kegiatan transplantasi terumbu karang ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga ekosistem laut. Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan,” ujar Kompol H. Fudin Ismail.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk instansi terkait, komunitas pecinta lingkungan, serta masyarakat setempat. Langkah ini tidak hanya memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk nyata komitmen Polres Buleleng dalam mendukung pelestarian alam.
Proses transplantasi dilakukan dengan teknik khusus untuk memastikan bibit terumbu karang dapat tumbuh dengan baik di habitat barunya. Lokasi Desa Kaliasem dipilih karena memiliki potensi besar untuk menjadi kawasan konservasi laut.
Masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini turut memberikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan oleh Polres Buleleng. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kelestarian laut dan meningkatkan potensi wisata bahari di Kabupaten Buleleng.
Selain memberikan manfaat ekologi, langkah ini juga bisa menjadi daya tarik wisata yang mendukung perekonomian masyarakat lokal.
Dengan keberhasilan kegiatan ini, Polres Buleleng menunjukkan kepedulian yang besar terhadap lingkungan, sekaligus mempertegas perannya sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian kekayaan alam Indonesia. ***
Editor : Dian Suryantini