BALIEXPRESS.ID-Tak hanya Arya Wedakarna, Anggota DPD RI Bali, Niluh Djelantik juga turut buka suara terkait penggerebekan pabrik narkoba di salah satu villa di Ungasan, Badung Bali.
Melalui media sosial pribadinya, Niluh Djelantik menyebut bahwa jika ingin menghancurkan sebuah bangsa maka hancurkanlah generasi penerusnya.
“Semua sumber daya alam akan dikuasai, sementara anak cucu kita menjadi pengungsi di tanah kelahirannya sendiri,” tulis akun @niluhdjelantik.
Lebih lanjut, pihaknya berharap agar para pelaku yang tertangkap di pabrik narkoba itu dihukum mati.
“Mereka bikin narkoba bukan untuk mereka pakai tapi mencari cuan kemudian menimbun kekayaan membeli tanah-tanah kalian, menjadikan anak-anak kita pemakai hingga ketagihan,” imbuhnya.
Menurut Niluh Djelantik, vonis mati adalah satu-satunya jalan.
“Mengeruk uang dari wisatawan lalu kemana pertanggung jawabannya? Memang bikin PT Ash**s? pajaknya?” tanya Niluh.
Dari penggerebekan tersebut, empat orang diamankan yakni Denny Akbar Hidayat, 28, MR, 30, RR, 25, dan NP, 37.
Baca Juga: Berikut Rekomendasi Sepatu Puma Pria Terbaik
Mereka berstatus sebagai bandar di laboratorium itu. "Barang bukti yang ditemukan berupa narkoba jenis hasis dalam bentuk padat dan hasis dalam bentuk cair," beber sumber, Selasa 19 November 2024.
Pabrik pembuat barang haram tersebut terkuak dari hasil pengembangan kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan barang bukti seberat 25 Kg pada September 2024.
Editor : Wiwin Meliana